Senin, 13 Mei 2019

KH TURAIKHAN ADJUHRI

Tidak ada komentar:
                   LEGENDA astronomi Islam Indonesia itu bernama KH Turaikhan Adjuhri. Mbah Tur panggilan akrabnya. Ia kiai sederhana yang mewarisi tradisi matematika dan fisika, dan dikenal luas di dunia pesantren di Indonesia. Meski menolak disebut ahli falak –ilmu perbintangan dalam Islam untuk menentukan arah qiblat, waktu shalat dan tanggal mulai dan berakhirnya bulan-bulan dalam tahun Hijriyah –tapi para ahli falak tak pernah alpa merujuk namanya. Ia lahir dan wafat di Kudus.
.
                 Dengan matanya yang telanjang, kecuali lensa minus dan teropong teodolit temuan Lippershey, tiap menjelang Ramadhan ia berdiri di pesisir pantai mengintip bulan saat matahari di ufuk barat tergelincir meninggalkan sore. Dalam Islam peristiwa itu disebut sebagai "rukyah" atau menatap hilal (semburat bulan). Metamorfosa peralihan tanggal dari bulan Sya’ban ke Ramadhan. Apa yang dilihatnya akan menjadi fatwa kapan waktu dimulainya puasa Ramadhan bagi kaum nahdliyin.
.
                   Tahun ini adalah duapuluh Ramadhan tanpa KH Turaikhan Adjuhri sepeninggalnya tahun 1999. Ia meninggalkan empat anak, dan mewariskan keahlian falak pada salah satu puteranya bernama Sirril Wafa’. Juga dua santri kesayangannya: KH Nur Ahmad di Krian, Jepara, dan KH Ma’sum Rosyidi di Kudus. Melalui Sirril Wafa’, almanak Menara tiap tahun dicetak dan menghiasi ruang tamu kiai-kiai NU dan para santrinya.
.
                Ia wafat meninggalkan almanak Menara, yang oleh ahli astronomi disebut sebagai kalender paling presisi. Angka-angka dalam perhitungan kalender itu adalah rumus abadi bagi para santrinya.
.
                 KH Turaikhan adalah Galileo Islam Indonesia. Ia menjadi duri bagi stabilitas pemerintah, dan sempat diintrograsi oleh Koramil di Kudus tahun 1990, sebab menentukan waktu lebaran yang berbeda dengan pemerintah. Ia tentang maklumat pemerintah yang menyeru masyarakat agar bersembunyi di rumah-rumah ketika gerhana matahari tiba, dan justru menganjurkan umat agar melihat gerhana dan mendirikan shalat kusuf. Di hadapan serdadu, dalam intrograsi itu, dengan kukuh ia menjawab, “Urusan saya adalah agama.”
.
                KH Turaikhan adalah kisah kecil dari pembangkangan kaum astronom dalam menghitung waktu.

                Kisah besarnya adalah Galileo yang terpenjara di Kota Arcetri, Italia, pada 1632, karena menebar mazhab heliosentrisme – yang memandang matahari adalah pusat semesta alam – seperti ditulis dalam skrip "Dialogue". Ia subversif terhadap doktrin gereja di bawah otoritas Paus Urbanus yang geosentrisme. Jika Galileo penyokong Copernicus, KH Turaikhan penyokong Syekh Husein Zaid al-Misro, pengarang kitab Al-Mathla’ul Sa’id asal Mesir, yang banyak mempengaruhi pemikirannya.
Ilmu falak adalah ilmu waktu. Dunia bisnis mengenal waktu sebagai uang. Jawa menamai pawukon dalam kalender Saka, dan Islam mengenal waktu sebagai ibadah. Bagaimana menentukan waktu untuk sholat dan puasa, ilmu falak memberinya jawaban. Seperti planet-planet yang terus berotasi, waktu pun tak pernah berhenti berputar. Tapi, pada Sabtu Pon, 9 Jumadil Awal 1420 H, bertepatan dengan 20 Agustus 1999, jarum jam seakan berhenti berputar. KH Turaikhan mangkat dan disemayamkan dengan damai di dekat makam Sunan Kudus dengan ribuan umat yang menghujani air mata di sepanjang jalan Menara yang muram. Tak ada ruang bagi pelayat untuk bergerak. Beribu pasang kaki saling menyesaki. Keranda yang membungkus jenazahnya berjalan sendiri hingga ke liang lahat dari tangan santri ke tangan santri lainnya. Sabtu Pon yang pilu itu akan dikenang sepanjang masa oleh para santrinya dalam haul dan munajat.
Mengenang Ramadhan bagi santri adalah mengenang KH Turaikhan Adjuhri, yang berdiri di pesisir pantai melihat semburat rembulan. Sesedih umat Islam ketika Ramadlan hampir tanggal, sesedih itu pula umat Islam meratapi kepergian sang syuhada dan ahli falak yang sangat dihormati bernama KH Turaikhan Adjuhri.

Kudus, September 2004



Rabu, 08 Mei 2019

Kisah Cinta Gus Dur dan Ibu Shinta Nuriyah

Tidak ada komentar:
                Cerita ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh Gus Dur dan Ibu Shinta Nuriyah. Gus Dur muda dikenal sebagai pria pemalu. Ia lebih memilih buku dan bola sebagai teman daripada harus berpacaran. Maka ketika ia ditawari untuk kuliah di Mesir, ia di wanti-wanti oleh Pamannya, KH Fatah agar sebaiknya ia mencari isteri dulu segera. “Soalnya, kalau nunggu pulang dari luar negeri, kamu hanya akan mendapat wanita tua dan cerewet!” ucap Sang Paman.

            Mendengar pesan Sang Paman yang sangat menyayanginya itu ia gelagapan. Namun, setelah dipikir-pikir lagi pesan Pamannya tersebut masuk akal juga bagi diri Gus Dur saat itu. Apalagi Sang Paman tidak hanya menganjurkan. Tetapi juga membantu mencarikan calon. Lalu disodorkan nama Shinta Nuriyah, yang pernah menjadi murid Gus Dur ketika menjadi Guru di Mua’llimat. Tanpa membantah sepatah kata pun, dia mengiyakan pilihan Pamannya tersebut.

            Sayangnya Shinta Nuriyah saat itu belum bersedia dipinang lantaran ia baru saja trauma oleh salah seorang gurunya yang meminangnya ketika ia baru berusia 13 tahun. Celakanya guru itu juga bernama Abdurrachman pula.

            Maka ketika pertama kali ia menerima surat dari Gus Dur, Nuriyah ogah-ogahan dan berkomentar, “Ah Abdurrachman lagi Abdurrachman lagi.” . Namun keraguan Nuriyah berubah menjadi simpati ketika dalam sebuah suratnya Gus Dur mengeluhkan bahwa ia tidak naik tingkat karena terlalu aktif di PPI (Persatuan Pemuda Indonesia) di Mesir.

            Maka lewat surat balasannya, Nuriyah-pun tersentuh dan mencoba menghibur. “Masak manusia harus gagal dalam segala-galanya?” tulis Nuriyah. “Gagal dalam studi, paling tidak berhasil dalam hal jodoh”. Begitu menerima surat itu, Gus Dur – pun sangat bahagia dan langsung meminta Ibunya untuk segera melamar Nuriyah. Kebetulan, sebentar lagi salah satu adik Gus Dur juga akan menikah dan sungkan untuk melangkahi kakaknya.

            Maka tanggal pernikahan pun disamakan, Pernikahan pun direncanakan dilaksanakan di Tambak Beras – Jombang. Karena Gus Dur sedang di Mesir maka terpaksa pernikahan dilakukan tanpa menghadirkan mempelai pria alias in absentia.

            Pihak keluarga meminta kakek Gus Dur dari garis Ibu, KH Bisri Syansuri , yang berusia 68 tahun , untuk mewakili mempelia pria. Tak pelak para hadirin kaget saat menyaksikan acara Ijab Kabul. Mereka merasa iba pada Nuriyah. “Kasihan ya Si Nuriyah, suaminya tua banget”.

           Maka sepulang sekolah dari Irak dan melanglangbuana di eropa, aksi pertama yang dilakukan Gus Dur adalah  mengulang proses akad nikah, mereka menggelar resepsi betulan kali ini dengan mempelai pria yang asli dan akhirnya mempelai pria tersebut kini benar-benar menjadi Guru Bangsa Indonesia yang pluralis, demokrat, humanis dan juga jenaka.

Cinta Gus Dur yang Meluluhkan Hati Sinta Nuriyah

Dalam momen Sewindu Haul Gus Durdi Ciganjur, Jakarta Selatan (22/12/2017), K.H. Sanusi Baco turut membagi kisahnya tentang sosok pria bernama lengkapAbdurrahman Wahid itu. Sanusi, yang menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengisahkan sisi romantis Gus Dur.

Sanusi pernah satu kapal bersama Gus Dur dalam perjalanan menuju Mesir untuk menimba ilmu. Suatu kali, ia tak sengaja melihat Gus Dur sedang memandangi buku catatannya. Terlihat ada selembar foto seorang gadis terselip di antara halaman buku itu.

“Siapa itu?” tanya Kiai Sanusi penasaran.

“Wanita lah,” jawab Gus Dur dengan lagak bercanda.

Ketika Kiai Sanusi menanyai lebih lanjut, barulah Gus Dur menjawab bahwa itu adalah foto calon istrinya.

Gadis dalam foto itu bernama Sinta Nuriyah. Kepada Sanusi, Gus Dur mengaku selalu membawa foto itu ke mana-mana. Baginya, foto itu adalah pengobat rindu dan penyemangat belajar.

Bertemu di Ruang Kelas dan Jatuh Cinta

Gus Dur muda bertemu pertama kali dengan Sinta saat mengajar di madrasah Tambakberas, pada awal 1960-an. Sinta adalah salah seorang muridnya di madrasah itu. Selain berpenampilan menarik, Sinta juga termasuk murid yang cerdas. Karena itu, tak heran jika ia menarik minat banyak lelaki.

Gus Dur sendiri—meskipun kakek dan ayahnya adalah kiai-kiai besar—adalah guru yang canggung. Ia seorang kutu buku yang berkacamata tebal dan agak gemuk. Sebagai seorang santri, sampai pada umurnya saat itu yang menginjak dua puluhan, ia belum pernah berkencan atau menjalin hubungan dengan seorang perempuan.

Gus Dur mulai mendekati Sinta sebelum ia berangkat ke Kairo, Mesir, pada November 1963. Salah satu caranya ialah dengan kerap memberi buku untuk Sinta. Sayangnya, pemberian Gus Dur selalu ditolak. Tidak ada respons yang memadai dari Sinta saat itu, meski Gus Dur tak sepenuhnya ia tolak.

Dalam Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (2017), Greg Barton menulis, “Gus Dur bukanlah sama sekali tanpa daya tarik. Baginya Gus Dur menarik perhatiannya karena keintelekan dan juga tujuan hidupnya yang kuat. Tetapi ia tentu saja bukanlah seorang bintang film sehingga harus bekerja keras selama beberapa tahun untuk mendapatkan cinta gadis ini” (hlm. 58-59).

Dari sahibul hikayat yang lain, musabab Sinta belum mau menerima cinta Gus Dur adalah karena trauma oleh pinangan seorang gurunya saat masih berusia 13. Kebetulan, nama guru itu juga Abdurrahman.

Selama di Mesir, Gus Dur mencoba menjalin komunikasi dengan Sinta melalui surat. Ia merasa masih punya harapan karena Sinta teratur mengirim surat balasan. Selama tiga tahun, keduanya menjalin hubungan via surat dan perlahan mulai yakin bahwa mereka serasi.

Pada pertengahan 1966, ketika dirasa hubungan mereka cukup dekat, Gus Dur memberanikan diri bertanya apakah Sinta bersedia menjadi istrinya. Sinta menjawab, “Mendapatkan teman hidup bagaikan hidup dan mati. Hanya Tuhan yang tahu.”

Mendapat jawaban menggantung seperti itu, Gus Dur tetap gigih berusaha meluluhkan hati Sinta. Ia tetap mengirimi pujaan hatinya surat sambil mengungkapkan rasa frustrasi atas kegagalan pendidikannya di Mesir. Dibanding kata cinta yang berbuih-buih, curhat itu lebih ampuh meluluhkan hati Sinta.

Dalam surat balasannya, Sinta dengan simpatik menulis, “Mengapa orang harus gagal dalam segala hal? Anda boleh gagal dalam studi, tetapi paling tidak Anda berhasil dalam kisah cinta.”

Gus Dur merasa itu sebagai sinyal positif. Segera ia menulis surat kepada ibunya untuk melamarkan Sinta untuknya (hlm. 101-102).

Menikah Secara "In Absentia"

Akhirnya menikahlah Gus Dur dan Sinta Nuriyah pada 11 Juli 1968. Saat akad nikah dilakukan, Gus Dur diwakili kakeknya dari garis ibu, K.H. Bisri Syansuri. Gus Dur tentu saja tak bisa hadir secara langsung karena sedang menuntut ilmu di Irak.

“Pernikahan ini sempat membuat geger tamu yang menyaksikan acara ijab kabul. Bagaimana tidak, pengantin laki-laki sudah tua. Namun kesalahpahaman itu hilang setelah pada 11 September 1971, pasangan Gus Dur–Nuriyah melangsungkan pesta pernikahan,” tulis M. Hamid dalam Jejak Sang Guru Bangsa (2014: 19).

Meskipun berasal dari keluarga kiai terpandang, bukan berarti Gus Dur hidup berkelimpahan. Tahun-tahun pertama pernikahannya harus dilewati dengan kesederhanaan. Untuk menjaga dapur tetap mengepulkan asap, Gus Dur mulai aktif menulis pemikiran-pemikirannya di beberapa media seperti Prisma, Tempo, dan Kompas.Kolom-kolomnya mendapat sambutan baik dan segera moncer sebagai pengamat sosial.

Gus Dur juga mendapat honorarium dari ceramah-ceramahnya di muka umum. Tetapi sumber-sumber pemasukan itu belum dapat menutup semua kebutuhan hidup pasangan muda itu. Sinta pun ikut turun tangan membantu suaminya mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan membuat kacang goreng dan es lilin.

Tentang ini, Greg Barton menulis, "Ibu Gus Dur memberikan kepadanya sebuah skuter Vespa. Gus Dur menggunakan skuter ini untuk mengantar 15 termos es yang diisi penuh dengan es lilin ke tempat-tempat strategis di segenap kota. Es lilin ini cepat menjadi populer dan dikenal sebagai ‘Es Lilin Gus Dur’” (hlm. 119-121).

Mendampingi Suami sebagai Tokoh Nasional

Kebersamaan seperti itu terbawa terus hingga Gus Dur menjadi tokoh nasional. Di awal dekade 1990-an, pasangan ini telah hidup mapan. Tetapi, ujian hidup memang tak bisa diterka datangnya. Pada medio 1993, minibus yang ditumpangi Sinta dan ibu Gus Dur mengalami kecelakaan di sebuah jalan tol di Jakarta.

Keduanya selamat meski terluka. Sinta mendapat luka paling parah. Ia mengalami tumbukan serius pada tulang belakang. Setelah dirawat selama beberapa minggu, ia tak pernah benar-benar pulih. Dokter yang merawatnya mengatakan bahwa Sinta mengalami kelumpuhan dan harus berkursi roda untuk seterusnya.

Kenyataan ini membuat Gus Dur terpukul. Apalagi sang ibunda, Solichah, meninggal dunia setahun kemudian. “Bersama dengan Nuriyah, sang ibu merupakan kekuatan dalam hidupnya. Sekarang sang ibu telah tiada dan Nuriyah sedang menjalani terapi yang lama dan menyakitkan,” tulis Greg Barton (hlm. 242-243).

Sosok gusdur & ibu shinta banyak yg mengagumi perjalanan cinta beliau krn sampai akhir hayatnya ibu shinta setia dengan sosok gusdur yang selalu beliau cintai sampai saat ini dan hingga nanti amin

#al fatihah.    

Rabu, 24 April 2019

Khasiat ayat kursi

Tidak ada komentar:


Kisah Nyata ini terjadi di USA :

‘KENAPA SAYA TIDAK DIPERKOSA ?”

Ia tentang serang Wanita dari Malaysia yang bekerja di USA. Dia berjilbab & memiliki akhlak yang bagus, suka membaca Ayat Kursi.

Suatu malam perempuan ini dalam perjalanan pulang kerumah dari tempat kerjanya. Kebetulan dia mengambil jalan pintas untuk pulang. Jalan yang dilalui pula agak sunyi, tidak banyak orang yang melalui jalan itu.

Karena hari sudah lewat malam, berjalan dijalan yang agak gelap membuat dia agak gelisah & takut. Lebih–lebih lagi dia berjalan sendirian.

Tiba-tiba dia melihat ada seorang laki-laki (kulit putih Amerika) bersandar didinding tepi lorong itu. Wanita tersebut sudah mulai takut, cemas, & gelisah. yang bisa dilakukannya waktu itu adalah berdo’a kepada Allah swt memohon keselamatan atas dirinya.
Dia baca ayat kursi dengan penuh pengharapan agar Allah swt membantu dia saat itu.

Waktu dia melewati tempat lelaki itu bersandar, dia sempat menoleh & dapat melihat muka lelaki itu. Nasib baik diperolehnya, lelaki itu tidak berbuat sesuatu & perempuan ini selamat sampai kerumahnya.

Keesokan paginya, wanita ini membaca surat kabar yang memberitakan seorang perempuan diperkosa oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya dideket lorong yang dia lalui semalam hanya 10 menit setelah dia melintasi lorong tersebut. Muslimah ini yakin benar lelaki bule yang dia lihat semalam adalah pelakunya.

Atas rasa tanggung jawab, dia terus kekantor polisi & membuat laporan. Wanita ini dapat mengenali pelakunya, polisi dapat bukti bahwa lelaki tersebut adalah pemerkosa yang dicari.

Tapi perempuan ini heran juga kenapa lelaki tadi tidak menjadikan dia mangsa ketika dia melalui lorong tersebut padahal dia sendirian ketika itu, wanita ini meminta kebenaran kepada pegawai polisi yang bertugas untuk bertanya sedikit kepada sipemerkosa tadi,polisi memberi izin kepadanya untuk bertanya kepada sipemerkosa.

Tanya perempuan : ”why dont ‘t you do anything to me on that night even though you know that I’m alone ?” (kenapa anda tidak melalukan apa – apa terhadap saya malam itu walaupun anda tahu saya seorang saja disana)

Pemerkosa itu menjawab :
”No,you are not anole,that night I saw two young man walking with you. One your right side and the other one was by your left. If you werw alone of course you will be my victim.”
(tidak, kamu bukan sendiri malam itu saya tampak ada 2 orang lelaki berjalan dengan kamu. Seorang sebelah kanan & seorang lagi sebelah kiri kamu. Kalaulah kamu seorang diri malam itu, sudah pasti kamu jadi mangsa saya.”

Wanita ini merasa terkejut, mendengar penjelasan sipemerkosa. Dia bsyukur kehadirat Allah swt karena dirinya masih dipelihara, mungkin juga berkat ayat kursi yang dia baca malam itu.

”..Barangsiapa membaca ayat kursi apabila berbaring ditempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang malaikat memeliharanya hingga subuh. Barangsiapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam ksempitan, Niscaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya.” [Dari Abdullah Bin ‘Amr r.a

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Semoga bermanfaat .

* C I P L U K A N * (Physalis angulata )

Tidak ada komentar:
               #Tak di sangka, ciplukan adalah buah "SAKTI" punya manfaat luar biasa.
Buahnya ini bisa Qt dptkan gratis di beberapa tempat, di kebun warga atau di area persawahan.

#Bahkan baru beberapa waktu yg lalu, buah kecil ini memiliki nilai jual yg fantastis di beberapa mall di Indonesia.

#Dilansir brilio.net di Malaysia.Tanaman ini  bisa utk obat herbal, manfaat buah, batang, akar & daunnya  dpt utk :

#Menyembuhkan_penyakit_jantung.
CARANYA : ambil 40 helai daun, cuci bersih, blender buat jus, minum.
atau bisa dimakan langsung daunnya, tapi di cuci air hangat dulu biar steril.

#Obat_ASMA
CARANYA : ambil daun, batang & buah cuci bersih, di rebus minum airnya.
Atau ambil daunnya campur gn kapur sirih, lalu hancurkan dgn remasan tangan, beri air sedikit, lalu oleskan pd dada, perut & punggung.

#Mengobati_kurap
CARANYA : ambil & buah, tumbuk halus, oleskan pd kulit yg kena kurab.

#Menurunkan_demam.
CARANYA : buahnya di konsumsi utk menurunkan demam anak2.

#Menurunkan_tekanan_darah_tinggi.
CARANYA : ambil daun, buah & akar, cuci bersih, rebus...minum airnya, selama 3 Minggu berturut turut.

#Membersihkan_kencing_kotor
CARANYA : minum rebusan daun, buah & akar.

#Mengobati_kanker_payudara
CARANYA : ambil daun pucuk yg muda, dicampur 4 biji beras & tunas kunyit, cuci gn air hangat biar steril, kemudian blender, setelah itu tempelkan pd payudara.

#Menghilangkan_kuning_pd_bayi yg baru lahir.
CARANYA : buah dijemur hingga kering kemudian dibuat mandi pd bayi yg baru lahir.

#Menyadarkan_org_pingsan
CARANYA : ambil akarnya, dibakar, ambil abunya itu dicampurkan dgn kapur sirih, campurkan sedikit minyak kelapa & oleskan pd kepala org yg sedang pingsan.

#Mengobati_stroke
CARANYA : meminum & memakan dari buah ciplukan secara rutin.

#Menambah_kecerdasan
CARANYA : buah ciplukan di campur air, jeruk nipis & sedikit gula.

#Mengobati_kencing-manis&diabetes
CARANYA : rebus batang & akar, minum 3 hari sekali.

#Menghilangkan_sakit_pd_persendian.
CARANYA : campurkan daun & kapur sirih, tumbuk halus, lalu tempelkan pd persendian yg sakit.

#Tambah_darah&anemia
CARANYA : merebus batangnya, minum airnya.

#Penawar_racun
CARANYA : daun, batang, buah & akar, semuanya bisa di konsumsi sebagai penawar racun.

#CATATAN :
Di sarankan jgn mengkonsumsi bersamaan dgn kopi ya...
konon malah dpt menyebabkan keracunan.






Senin, 08 April 2019

Tirakatnya Seorang Suami saat Istri Mengandung

Tidak ada komentar:
Dari KH. Sholeh Bandar Kidul, beliau Dari KH. Mahrus Ali Lirboyo Kediri

1. Seorang suami seharusnya didahului dengan berpuasa hari Kamis, dan berbuka hanya dengan air putih (tidak boleh makan apapun) sampai tengah malam. Kemudian dilanjutkan shalat hajat.

Kaifiyah shalat Hajat
Rakaat satu setelah Al-Fatihah membaca,

(رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ)
[QS. Al-Baqarah: 128]

Rakaat kedua setelah Al-Fatihah membaca,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
[QS. Ibrahim: 40, 41]

RAkaat ketiga setelah Al-Fatihah membaca,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
[QS. Al-Furqan: 74]

Rakaat keempat setelah Al-Fatihah membaca,

( رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضاَه وأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)
[QS. Al-Ahqaf: 15]

Setelah salam membaca

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
[QS. Al-Furqan: 74]

2. Membaca shalawat 313 x, kemudian ditiupkan pada pusarnya istri yang hamil, dan di usap sambil membaca

ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار
3 x dalam satu nafas

3. Hadiah Al-Fatihah kepada ayah, ibu dan seterusnya

(KH. Zubaidi Abdul Ghofur, Mantenan Blitar)

Sumber: Nasehat Ulama


Minggu, 07 April 2019

TAWASSUL TEMBUS SIDRATUL MUNTAHA

Tidak ada komentar:
               Bagi kita yang sedang dalam keadaan lapang maupun sempit, senang maupun susah, suka maupun duka, dianjurkan untuk bertawassul di setiap doa kita kepada 10 Imam ini, 4 dari Sahabat Khulafaur Rasyidin, 6 dari Sulthonul Auliya min Bany Ba'alwy, ini dia urutannya :

1. Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq
2. Sayyidina Umar bin Khattab
3. Sayyidina Utsman bin Affan
4. Sayyidina Ali bin Abi Thalib
5. Sayyidina Faqihil Muqoddam Muchammad bin Ali Ba'alwy
6. Sayyidina Syekh Abdurrahman Assegaf AlMuqoddam Tsani
7. Sayyidina Syekh Abu Bakar bin Salim
8. Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad
9. Alhabib Abu Bakar Al Adni bin Abdullah Al'aydrus
10. Alhabib Abdullah Al'aydrus bin Abu Bakar As-Sakran

               Silahkan bertawassul kepada 10 Imam tersebut yang tentunya diawali dan diakhiri dengan Hamdalah dan Sholawat, dengan URUTAN YANG SAMA, maka insha Allah doa kita tidak akan ditolak sampai Sidrotul Muntaha'.

. Wallahu A'lam semoga bermanfaat...

و صلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Selasa, 02 April 2019

RAHASIA SURAH AL-FATIHAH

Tidak ada komentar:
(1) - AL-FATIHAH Baca 14 kali sebelum tidur : Suami dan anak-anak akan                                 mengingati kita selalu

(2) - AL-FATIHAH Baca 41 kali tiup dalam air dan minum serta buat air                                     mandian:Melepas--kan rasa sakit dalaman

(3) - AL-FATIHAH Baca 7 kali dan usap di kepala setiap pagi dan sekali                                     sebelum tidur.Kepada orang berpenyakit mental

(4) - AL-FATIHAH Baca 3 kali tiup dalam segelas air- minum dan baca sambil                           mengusap kawasan yang rasa sakit.Sakit yang keterlaluan

(5) - AL-FATIHAH Baca 7 kali dan sapu /usap ke atas kepala bayi yang suka                               menangis pada malam hari atau pada bila-bila masa

(6) - AL-FATIHAH Baca 3 atau 7 kali, gunakan ibu jari dan tekan di langit-                                   langit, (Mulut) kemudian sapu kepada tempat yang sakit ; Luka                             berdarah, sengat lebah, jari terkepit di pintu

Note : BACALAH DALAM KEADAAN KHUSYUK, TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN NIATLAH DENGAN JUJUR, INSYA-ALLAH IANYA MERUPAKAN PENAWAR YANG TERBAIK KEPADA SEMUA

 Semoga bermanfaat..



 
back to top