Jumat, 16 Oktober 2020

InsyaAllah REZEKI MELIMPAH

Tidak ada komentar:


1. DHUHA.

Jika kita selalu buat 2 Rakaat, sekarang ubah lebih rakaat. Makin lama makin meningkat. Selepas Solat Dhuha kita perlu baca surah Al-Waqiah. Waktu DHUHA rasakan getaran kita untuk menjadi apa, contohnya jika ingin jadi JUTAWAN. Doalah jadi JUTAWAN BERKAH.

2. TAHAJJUD.

Bangunlah menunaikan sholat ini setiap malam. Tambahkan juga bilangan rokaat tahajjud ini. Muhasabah diri dan mintalah pertolongan Allah sebulat-bulatnya.

3. AL-QURAN.

Bangun pagi jangan buka hp atau rancang mau  buat apa2 dulu, mandi dan ambil wudhu terus baca Al-Quran & terjemahan walaupun 1 ayat.

4. ZIKIR.

Ya Wahhab 40,000 kali setiap hari selama 7 hari. Jika tiada perubahan buatlah sehingga 40 hari.

5. SHOLAT BERJAMA'AH.

Terutama lelaki. Orang lelaki juga diminta telefon ibu 1 hari 5 kali atau lebih.

6. SILATURRAHIM.

Jangan memecahkan silaturrahim. Maafkan mereka yang pernah sakiti kita dengan hati yang yang lapang dan tenang.

7. BERSEDEKAH.

Sedekah punyai satu power yang luar biasa. Alloh SWT gandakan 10 & boleh digandakan lagi 700 kali.

8. SHOLAT AWAL WAKTU.

Solatlah di awal waktu. Jika tgh susun 40 batu, tiba ke batu yang ke 39 azan berkemandang, sambunglah batu terakhir selepas solat.

9. BERGANTUNG PENUH DENGAN ALLOH SWT.

Jangan mengharapkan manusia di luar sana.

10. TAWAKAL DAN USAHA.

Minta sepenuh hati kepada Alloh, baru usaha.

.

4 amalan surah setiap hari.

● Surah Yaasin - Setiap solat fardhu

● Surah Al-Waqiah - Waktu Dhuha

● Surah Ar-Rahman - Waktu Asar

● Surah Al-Mulk - Sebelum tidur

.

Lain-lain:

.

1. Minumlah air masak 3 liter sehari.

2. Jika yang perempuan mulalah pakai stokin. Sebab penyakit bermula dari kaki.

.

BILA SEMUA AMALAN TELAH DIBUAT, SEGALANYA AKAN BERUBAH. INSYAALLOH

Selasa, 13 Oktober 2020

*" REBO WEKASAN "*

Tidak ada komentar:


(Hr Rabu terakhir di bln Safar)

             Di Bulan Safar ini Kita Semua memasuki Suatu Hari yang dikenal dengan Istilah Rabu Pungkasan atau Rabu Kasan atau Rabu Wekasan

               Rabu Pungkasan adalah Rabu yang terakhir dibulan Safar sebelum Memasuki Bulan Maulid atau Mulud atau Rabbiul Awal

            Dihari itu Pula Rasulullah Muhammad SAW Awal dari Jatuh Sakit nya Beliau, Selama 12 Hari berturut Turut dimulai sakit nya di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar dan Dihari Ke-12 Hari Senin Maulid Rasulullah Muhammad SAW WAFAT Meninggal Dunia


                Dihari itu Pula (Rabu Pungkasan) ALLAH Menurunkan ke Dunia yang dijelaskan dalam beberapa Kitab-Kitab Sebanyak 360.000 Macam BALA / MUSIBAH baik kecil atau Besar


Berlaku untuk seluruh Mahluk di Langit dan Bumi.

           Maka dari Itu Para Ulama menyarankan Untuk Buatlah Doa Bersama dan Bersedekahlah._

           Karena Sedekah Diantaranya Kekuatan & Keutamaan Sedekah yaitu Mampu menolak BALA/MUSIBAH, Seperti Yang diriwayatkan Dalam Hadist,


            Rasulullah Muhammad SAW Bersabda; "Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah".


BERSEDEKAHLAH dalam bentuk Apapun tidak harus dengan Uang atau Sesuatu.

Bisa dengan Bertasbih Bertahmid Bertahlil Menyingkirkan Batu/Duri/Sesuatu yang berbahaya dijalan dll.


DAN BERDOALAH sendirian atau BERJAMA'AH Memohon Kepada Allah SWT agar Dihindarkan dari segala macam BALA (Dhohir/pun Batin di Dunia & Akhirat).


            Semoga Kita Semua, Kaum Muslim & Muslimah dibelahan Bumi manapun Terhindar dari BALA Besar atau Kecil dengan Wasilah/Jalan Doa & Sedekah.


*AMALAN RABU WEKASAN BULAN SHOFAR*


Rabu wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir bulan Shofar. Sebagian ulama ahli kasyf mengatakan bahwa pada hari itu diturunkan 360.000 macam bala’.


Karenanya kita disunahkan melaksanakan amalan sholat awwabin untuk tolak bala’ (hajat lidaf’il bala’). 

Sholat dilaksanakan empat roka’at dua kali salam, dengan niat:


أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى


atau niat:


أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى


1. Al Fatihah, kemudian membaca surat Al-Kautsar 17x


2. Al Fatihah surat Al-Ikhlash 5x


3. Al Fatihah lalu surat Al-Falaq 1x


4. Al Fatihah surat An-Nas 1x


Selesai sholat membaca Do’a ini: 


 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Rabbal'alamiin :) :)

Sabtu, 03 Oktober 2020

KH MAKSUM JAUHARI- LIRBOYO KEDIRI

Tidak ada komentar:

         

  BANGKITKAN SEMANGAT JIHAD TUMPAS PKI

             Nama Yang Mulia KH Maksum Jauhari atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Maksum bagi warga Nahdliyyin sangat familiar terdengar. Seorang pendekar sejati yang gagah berani, penuh dengan karomah, tegas, tapi lembut, ramah dan bersahaja.

          Sejak kecil, karomah beliau sudah bisa dilihat secara kasat mata oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, beliau tidak pernah menggunakan kelebihannya itu untuk hal yang negatif. 

        Yang paling menonjol dari diri Gus Maksum ialah, di saat usia muda remaja beliau sudah menunjukkan sikap prawira yang luar biasa, dan berani terang-terangan menentang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melalui ormas-ormasnya acap kali melakukan pelecehan agama Islam.

Sebagai seorang pendekar, beliau amat ditakuti oleh orang PKI karena belum pernah ada sejarah, seorang pendekar PKI-pun yang berhasil mengalahkan beliau. Yang terjadi adalah beliau selalu saja mampu merobohkan lawan tandingnya.

Tatkala pemuda-pemuda PKI semakin menjadi-jadi dan mulai berani melakukan tindakan brutal dengan menyerang peserta pengajian, menyandera panitia dan melempar mushaf Al Quran lalu menginjak-injaknya, Gus Maksum tampil terdepan mengawal keselamatan peserta pengajian yang masih trauma. Kejadian tersebut baru beliau ketahui setelah selesai, namun banyak peserta pengajian yang tidak berani kembali ke kampung dan pondok.  Dalam peristiwa itu, ayahanda beliau, KH Jauhari mendapat penganiayaan dan perlakuan tidak terhormat. Pengawalan itu beliau lakukan seorang diri.

Pasca puncak Gerakan 30 September 1965, Yang Mulia KH Mahrus Aly, sebagai Ketua Syuriah NU, mendapat kabar bahwa PKI sudah menyiapkan lubang untuk melakukan pembantaian terhadap diri beliau beserta keluarga ndalem, juga seluruh santri Lirboyo. Atas berita ini, Mbah Mahrus memerintahkan Gus Maksum untuk segera mempersiapkan diri dan melatih seluruh santri remaja dan dewasa untuk bersiap-siap. 


Bentrokan antara santri dan anggota PKI tidak dapat dihindarkan lagi. Berkat panduan Mbah Mahrus Aly, beliau tidak memperbolehkan santri menyerang anggota PKI yang berada di sekitar pondok. Sikap luar biasa dari Mbah Mahrus ini sangat ditaati dan dijaga oleh Gus Maksum. 

Gerakan pembelaan diri dan pembalasan kepada anggota PKI semakin membahana setelah organisasi ini dinyatakan sebagai Organisasi Terlarang di Indonesia. Sikap "diam" Gus Maksum dan para santri yang diibaratkan seperti api disiram bensin, seketika tersulut tak terbendung. Apalagi, selain kekerasan fisik oleh Pemuda Rakyat dengan jargon Ganyang Santri, Ganyang Sorban, Feodal Borjuis, dan juga sebutan Setan Desa bagi Kyai.

Tak ketinggalan,  PKI melalui Lekra-nya acapkali menyinggung umat Islam dengan menampilkan Ludruk dengan judul yang tidak bisa diterima oleh akidah, seperti "Gusti Allah Dadi Nganten", "Malaikat Kawin", dll... 


Operasi Pagar Betis, yang merupakan kerjasama antara TNI, Santri, Anshor dan Masyarakat berhasil menumpas kelompok dari organisasi terlarang. Tentu tak lepas dari peran penting Gus Maksum. TNI sangat diuntungkan dengan hal ini. Sebab, pada masa itu, banyak anggota TNI yang menjadi "binaan" PKI, namun tentu saja tidak ada seorangpun Santri dan Ansor yang PKI, sehingga membuahkan hasil yang gilang gemilang. Kediri dan sekitarnya berhasil dibersihkan dari PKI.

Ila hadlroti ruhi KH Maksum Jauhari Lirboyo

Alfaatihah...

Credit: Kang Abdul Wahid

Minggu, 27 September 2020

Proses Penciptaan Manusia menurut Al Qur'an

Tidak ada komentar:

Manusia hakikatnya merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna bentuknya, seperti yang tertera didalam Al Qur'an, "Sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (At-Tin : 4).


                


                Maksud paling sempurna disini adalah Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang berdiri tegak sedangkan hewan-hewan kebanyakan diciptakan dengan merayap. Allah juga menciptakan manusia yang makan menggunakan tangannya dan diberi keistimewaan berupa akal.


               Al Quran menggambarkan tahap-tahap pertumbuhan janin di dalam rahim secara jelas dan akurat, dan membagikannya kedalam tujuh fase seperti yang tertera dalam QS. Al-Mu'minun ayat 12-14 :


"Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun : 12-14).

Cara Daftar Kartu Prakerja

Tidak ada komentar:

      


         Cara mendaftar Kartu Pra Kerja bisa melalui portal https://www.prakerja.go.id/. Sebelum mendaftar Kartu Pra Kerja, Anda haru membuat akun terlebih dahulu. Daftar akun Kartu Pra Kerja itu sangat mudah. Anda bisa pakai email atau nomor ponsel kamu yang aktif.


        Pendaftar wajib mengisi data atau informasi pada Situs dengan benar. Selain itu, Anda harus menggunakan nama dan data diri sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk yang sah. Berikut panduan membuat akun Kartu Pra Kerja di prakerja.go.id:


Masukkan nama lengkap, email dan kata sandi

Klik Daftar.

Selanjutnya verifikasi email kamu

Lakukan verifikasi yang telah dikirimkan via email.

Pendaftaran berhasil. Kamu berhasil membuat akun Kartu Prakerja.

Pendaftaran Kartu Prakerja

Lakukan login menggunakan akun yang telah  dibuat di langkah sebelumnya

Setelah berhasil daftar akun dan login akun, masuk ke Dashboard

Isi verifikasi KTP

Klik Berikutnya

Lengkapi data diri dan unggah foto KTP dan swafoto dengan KTP kamu

Lakukan Verifikasi Telepon

Klik kirim

Setelah selesai verifikasi KTP, mengisi data diri, dan verifikasi nomor telepon, isi deklarasi survey

Berikutnya kamu wajib melakukan tes

Setelah selesai tes, ikuti seleksi batch

Pilih batch yang diinginkan dan sesuaikan dengan domisili

Pendaftaran selesai

Tunggu proses evaluasi pendaftaran.

Rabu, 26 Agustus 2020

Tradisi di Yaumul Asyura

Tidak ada komentar:

     Puasa Asyura’


         Dalam kitab irsyadul ibad syekh zainuddin al-Malibari menuliskan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Syaikhan (Bukhari dan Muslim). Dari Ibnu Abbas ra berkata pada saat Rasulullah datang ke Madinah beliau menemui orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari asyura’, Rasulullah berkata “hari apa ini ..?” Orang Yahudi menjawab ini hari yang baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Nabi Muhammad Saw bersabda:


فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوْسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ أَصْحَابَهُ بِصِيَامِهِ


“Kita lebih benar dan lebih utama dari Musa dari kalian. Maka Musa puasa pada hari itu, dan memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk puasa”


Dalam hadits lain berbunyi:


انَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ


“Aisyah ra. berkata Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)


        Melihat beberapa keistimewaan dari puasa ayura’ di atas, sudah sepatutnya kita sebagai orang muslim yang beriman bisa melakukan apa yang sudah dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw , walapun secara hukum puasa tersebut termasuk kategori puasa sunnah. Bagaimana dengan puasa tasu’a? Tidak hanya puasa pada hari kesepuluh saja, alangkah baiknya jika diikuti dengan puasa pada hari sebelumya (tasu’a) hari kesembilan atau sesudahnya dihari kesebelas.


         Ibnu abbas berkata “Berpuasalah pada hari asyura’ dan berbedalah dengan orang yahudi. Berpuasalah sehari sebelum asyura’ dan sehari sesudahnya.” (HR Ahmad)


Dalam riwayat Imam Baihaqi disebutkan:


 صُوْمُوْا التَّاسِعُ وَالْعَاشِرُ وَلَا تُشَبِّهُوْا بِالْيَهُوْدِ


“Berpuasalah pada hari tasu’a dan asyura’ dan janganlah kalian semua menyerupai orang-orang yahudi.”


Doa Pada Malam Asyura’

          Doa merupakan wujud pengahambaan kita kepada Allah Swt. Dengan doa kita berarti membutuhkan pertolongan Dzat yang Maha Menolong. Namun sebaliknya kalau kita enggan berdoa maka kita termasuk orang yang menyombongkan diri. Dan doa merupakan saif (pedang) bagi orang yang beriman. Termasuk tradisi yang sudah dihidupkan oleh ulama ulama salaf yaitu menghidupkan malam asyura’ dengan dzikir dan doa.


       Barang siapa yang mengerjakan ibadah pada malam asyura’ , maka dia seakan-akan beribadah kepada Allah seperti beribadahnya semua mahluk yang berada di tujuh langit. Hal ini sebagai mana yang disebutkan dalam kitab I’anatu al-Tholibin. al-Allamah al-Dairobi dan Sayid Muhammad al-Amir menukil keterangan Imam al-Ajhuri yang mengatakan bahwa “Barang siapa yang pada malam atau hari asyura’ membaca wirid حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ  tujuh puluh kali Insya Allah sepanjang tahun akan di lindungi oleh allah dari musibah dan hal yang buruk.


Adapun doa pada malam asyura’ seperti berikut ini


بسم الله الرحمن الرحيم وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَمْ سُبْحَانَ الله مِلأَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَىَ الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الِّرضَى وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْ اللهِ إِلّاَ إِلَيْهِ. سُبْحَانَ الله عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَالِمَاتِهِ التَّامَّاتِ كُالِّهَا، أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَامَ الرَّاحِمِيْنَ، وَلاَ حَوْلَا وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَهُوَ حَسْبِى وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمض الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ


Memberi Nafkah Yang Lebih Istimewa

Salah satu tradisi yang dilakukan oleh ulama salaf pada hari asyura’ yaitu memberi nafkah yang lebih kepada orang yang wajib diberi nafkah. Maksudnya bagi kepala keluarga alangkah baiknnya pada hari asyura’ ini, menyajikan menu yang spesial,yang lebih enak dan lezat dari hari selainnya. Imam al-Thabrani dan Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri:


 مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ سَنَتِهِ كُلِّهَا


“Barangsiapa memberi kelonggaran (nafkah) pada keluarganya pada hari asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran (rizki) kepadanya sepanjang tahun”.


Ada kisah menarik dari seorang ulama’ yang membuktikan tentang keabsahan hadits itu. Yaitu Sufyan bin Uyainah. Dia berkata “Saya telah mencoba dan mengamalkan hadits tersebut selama kurang lebih 50 tahun atau 60 tahun, dan hal itu benar dan mujarabnya benar.”


Bersedekah

Sebenarnya untuk tradisi bersedekah ini tidak harus pada hari asyura’. Karena sedekah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Semakin banyak bersedekah semakin banyak pula kebaikan yang akan kita terima. Sedekah juga diyakini bisa menolak dari bahaya (bala’) yang menimpa diri orang yang mengamalkanya. Pada hari asyura’ ini ada keistimewaan dan kelebihan bagi orang yang mau bersedekah. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Madiny dari Ibnu Umar berkata:


مَنْ صَامَ عَاشُوْرَاءَ فَكَأَنَّمَا صَامَ السَّنَةَ ، وَمَنْ تَصَدّقَ فِيْهِ كَانَ كَصَدَّقَةٍ السَّنَةِ


“Barang siapa berpuasa pada hari asyura’ seakan akan seperti puasa satu tahun. Dan barangsiapa bershodaqoh pada hari asyura’ maka seperti shodaqoh satu tahun”.


Sebuah Tragedi


Pada tanggal 10 Muharram 61 H, terjadi peristiwa sejarah yang yang sangat memilukan bagi umat Islam. Karena pada hari itu Sayyidina Husain cucu Rasullah Saw terbunuh di sebuah tempat yang namanya Karbala . Kejadian ini akhirnya dikenal dengan istilah peristiwa karbala . Pembunuhan ini dilakukan oleh kelompok pro-khalifah pada masa itu. Yaitu pendukung Yazid bin Mu’awiyah. Menurut beberapa pakar sejarah, meskipun sebenarnya khalifah sendiri tidak menghendaki tentang pembunuhan itu. Peristiwa itu memang sangat kejam dan tragis bagi siapa yang merenungkan ataupun membaca kisahnya. Sebab yang dibunuh adalah orang yang sangat dicintai Rasullah saw.


Tetapi sesedih atau setragis apapun peristiwa itu, apakah harus memperingatinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk kedukaan dengan cara melukai diri sendiri, meratap dan menangis. Cukup mendoakan, mayakini bahwa beliau adalah cucu kesayangan Rasulullah, dan mengambil hikmah dari sikap, sifat, dan keteladanan beliau, serta hikmah yang terkandung dalam tragedi itu. Menyakiti diri sendiri, apalagi membahayakan nyawa atas dasar apapun, apalagi tidak membawa pada kemanfaatan pribadi maupun umum, adalah bentuk pengkhianatan seorang hamba pada Tuhannya yang menciptakan tubuhnya, yang seharusnya dirawat dan dijaga sebaik mungkin.

Sabtu, 01 Agustus 2020

Amalkan Wirid Ini Dalam Sujud Terakhir, Niscaya Do'a Terkabul

1 komentar:
         Amalan berikut dari KH. Husain Ilyas Pengasuh Pondok Pesantren al-Mishbar, Karangnongko, Kabupaten Mojokerto yang namanya sudah tidak asing di Indonesia, khususnya bagi masyarakat nahdliyin.Amalan tersebut dibaca pada sujud terakhir Salat wajib atau sunnah. Menurut penuturan beliau, KH. Husein Ilyas, amalan tersebut mempercepat terkabulnya doa bagi yang melakukannya. Berikut doa yang dibaca tersebut:

 … … … أَللَّهُمَّ سُقْ اِلَيَّ

Pada titik tersebut, sebutkan apa saja yang sedang menjadi hajat sahabat damparkitab.com. Misalnya minta jodoh yang baik lagi cantik, atau minta uang yang banyak.

Berikut, dawuh asli KH. Husein Ilyas yang penulis lansir dari FB, alanu.

Allahumma Suq Ilayya... (SUQ itu pakai Qof). Setelah itu terserah kamu, Kamu Mau apa, Misalnya,  Allahumma Suq Ilayya (duit yang banyak), silahkan terserah.

apalagi kalau mau hajatan “Allahumma Suq Ilayya (Hajatan).

juga ada amalan dari KH. Sya'rani Ahmadi Kudus Amalan Penenang Hati dan Pelancar Rezeki 
Amalkan Wirid Ini Dalam Sujud Terakhir, Niscaya Do'a Terkabul
Begini Cara Menunaikan Hajat Pakai Shalawat Nariyah
 Dibacanya ketika solat di waktu sujud terakhir, terserah solat apa saja.

Suq (سُقْ), maknanya giring. Saya juga mengamalkan kalau sedang terjepit, Allahumma suq ilayya (mobil), hahaha.

Makanya saya di Arofah, Gus Munawir berdoa sambil nangis. Romo Yai Ismail dawuh, kalau orang berdoa sambil nangis pasti diijabahi oleh Allah.

Yang mau mengamalkan silahkan, ketik qobiltu dan kirim fatihah buat beliau KH. Husein Ilyas Pengasuh Pondok Pesantren Al Misbhar, Karangnongko, Mojokerto.




       
 
back to top