Jumat, 12 Maret 2021

UMURMU ADALAH KESEMPATANMU

Tidak ada komentar:

        Salafus Sholeh  rahimahullâhu berkata :

فَوَقْتُ الْإِنْسَانِ هُوَ عُمُرُهُ فِي الْحَقِيقَةِ

Waktu manusia sejatinya adalah usianya sendiri. 

 وَهُوَ مَادَّةُ حَيَاتِهِ الْأَبَدِيَّةِ فِي النَّعِيمِ الْمُقِيمِ

Waktu adalah substansi hidup manusia (yang dapat membawanya kepada) kehidupan yang abadi di tempat yang penuh kenikmatan (surga) 

 وَمَادَّةُ الْمَعِيشَةِ الضَّنْكِ فِي الْعَذَابِ الْأَلِيمِ

Dan waktu juga merupakan substansi (yang dapat mengantarkannya) ke dalam kesempitan yang penuh adzab memilukan (neraka) 


 وَهُوَ يَمُرُّ أَسْرَعَ مِنَ السَّحَابِ


Waktu berlalu begitu cepatnya, lebih cepat daripada berlalunya awan 


 فَمَا كَانَ مِنْ وَقْتِهِ لِلَّهِ وَبِاللَّهِ فَهُوَ حَيَاتُهُ وَعُمُرُهُ


Maka barangsiapa yang waktunya adalah semata-mata hanya untuk Allah dan karena Allah, maka itulah kehidupan dan usianya (yang sebenarnya) 


 وَغَيْرُ ذَلِكَ لَيْسَ مَحْسُوبًا مِنْ حَيَاتِهِ، وَإِنْ عَاشَ فِيهِ عَاشَ عَيْشَ الْبَهَائِمِ

Adapun selain itu, maka sejatinya tidaklah dianggap sebagai bagian dari hidupnya. Sekalipun ia hidup seperti ini, maka hidupnya bagaikan hewan ternak

 فَإِذَا قَطَعَ وَقْتَهُ فِي الْغَفْلَةِ وَالسَّهْوِ وَالْأَمَانِيِّ الْبَاطِلَةِ وَكَانَ خَيْرَ مَا قَطَعَهُ بِهِ النَّوْمُ وَالْبِطَالَةُ فَمَوْتُ هَذَا خَيْرٌ لَهُ مِنْ حَيَاتِه

Apabila ia menghabiskan waktunya di dalam kelalaian, kesia²an dan angan² kosong, dan ia lebih baik menghabiskan waktunya untuk tidur dan hal² tak berguna, maka sesungguhnya kematian adalah lebih baik daripada kehidupannya. 

 Yā Allāh karuniakanlah kami rezeki yang luas, halal dan umur yang penuh keberkahan.... Aaamiin



7 TANDA BATINMU LELAH

Tidak ada komentar:

1. Mudah tersinggung.

2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah.

3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu bahkan pada hal yang biasanya antum sukai.

4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan.

5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tau sebabnya.

6. Mulai terasing dengan sekitar, merasa sendirian di tengah keramaian dan lebih asik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran.

7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar.

Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah..

Hentikan sejenak aktivitas yang menyita banyak waktu.. lalu luangkan waktu untuk mengistirahatkan jiwa

Caranya??

Tidak ada dokter yang bisa mengobati sang jiwa kecuali yang memiliki jiwa

Perbanyaklah berdo'a bermunajat.

Wudhu, gelar sajadah, lalu sholat meski hanya 2 rakaat.

Setelah itu jangan beranjak.

Duduk saja. Nikmati.. meski itu hanya sekedar diam berdzikir menyebut nama Allah (kalau nggak bisa berdoa). 

Atau berbincanglah sepihak dengan Allah..

Ciptakan kedekatan hanya dengan Allah.

Waktu malam lebih baik..

Berlama-lama lah di situ..

Karena jiwa yang lelah adalah isyarat waktu kebersamaanmu bersama Rabb-mu teramat kurang. 

Jangan sampai lelahnya jiwa membuat kita tak bisa menjadi pribadi terbaik saat hidup di dunia

Karena tanpa sadar, lelahnya jiwa membuat kita menjadi mati sebelum jasad mati

Selamat Mengamalkan..



Jumat, 29 Januari 2021

Kejahatan & Keburukan tidak Alloh SWT ciptakan

Tidak ada komentar:

 Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.


Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"


Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."


Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."


(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu)


Tiba-tiba suara seorang mahasiswa muslim memecah kesunyian.


Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"


Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."


Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya!


 Apakah gelap itu ada?"


Profesor: "Tentu saja ada!"


Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.


Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"


Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."


Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."


Profesor terpaku dan terdiam!


🍃🍂kejahatan terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya🍃🍂


🕌Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita, itulah IMAN🕌


⚘🌿SESUNGGUHNYA PERBUATAN KEJAHATAN  ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA ⚘🌿


    Semoga bermanfaat.



Selasa, 19 Januari 2021

GUS BAHA , menghargai perasaan orang

Tidak ada komentar:


        Gus Baha' :"Jangan terlalu membesar-besarkan hal yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat Islam". 


“Hindarilah omongan seperti misalnya saat bulan Rhamadan: "Rugi, Ramadhan hanya setahun sekali kok gak sholat tarawih di masjid berjama'ah." 

Itu namanya tak menghargai perasaan orang.


“Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati. Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja.”


“Tarawih itu sunah. Sementara mencari nafkah itu wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang utama". 


"Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi itu sangat mencintai sholat tarawih, tapi beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib.”


Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat. 


"Kanjeng Nabi itu sangat suka sholat. Suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis.


Kanjeng Nabi memutuskan untuk mempercepat sholatnya. Khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya.


Gus Baha juga pernah disowani oleh kiai yang mengeluh karena jama'ahnya tak bertambah.


Sambil tertawa Gus Baha menjawab, “loh Jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat.”


“loh Kok bisa, Gus..?”


“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya. Mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu. Dia mungkin sedang makan Bakso dengan keluarganya.


“Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal. Nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya.”


Kiai itu terdiam. “Masak sih, Gus..?”


"Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya. Makanya, jadi kiai itu yang bijak". 


"Kiai itu penyangga umat banyak. Kalau mau bikin kajian, ya jangan saat orang bekerja. Jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Islam itu hadir sebagai masalah."


Semoga Gus Baha' dan kita semua selalu Sehat.. Aamiin..

Minggu, 03 Januari 2021

IJAZAH DARI KH. SYA'RONI AHMADI KUDUS (Hafizhohullah)

Tidak ada komentar:

 

1. Doa ketenangan hati

Dibaca 10 kali sesudah sholat fardhu


اللهم نور قلبي بنور هدايتك كما نورت الأرض بنور شمسك أبدا أبدا


Allahumma nawwir qolbii binuuri hidaayatika kamaa nawwarta al-ardho binuuri syamsika abadan abadaa.


2. Doa agar diberi rizki yang luas

Dibaca pagi 9 kali dan sore 9 kali


الله لطيف بعباده يرزق من يشاء وهو القوي العزيز


Allahu lathiifun bi 'Ibaadihii yarzuqu man yasyaa-u wa huwa al-qowiyyu al-aziiz


3. Doa kerukunan keluarga

Dibaca 10 kali pagi dan sore


ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما


Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa


4. Doa dibaca waktu ada kesulitan


يا لطيف 129x


Yaa Lathiif (129 kali).


5. Doa dibaca untuk menghasilkan hajat

Dibaca 99 kali


اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه صلاة تعدل صلوات المصلين عليه


Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii sholaatan ta'dilu sholawaatil musholliina 'alaih.


Silahkan diamalkan dengan menulis pada kolom komentar lafadz "qobiltu" semoga barokah.




Selasa, 29 Desember 2020

Gus Dur: 10 Tahun Lagi Anak Muda NU akan Bangkit dan Mengalahkan Gerakan Radikal

Tidak ada komentar:

             Cerita ini Shuniyya dapat dari Ibu Andree Fiellard, penulis senior asal Perancis. Ketemu beliau dalam acara makan siang di kota Kendal tanggal 31 Maret 2019.


Beliau sudah ada di Indonesia sejak akhir tahun 1970an. Meneliti organisasi Islam moderat di negeri ini hingga jatuh cinta dengan NU.


Persahabatan Sang Peneliti dengan Mbah Wali Gus Dur, dimulai sejak beliau menjadi Ketua Umum PBNU, Presiden RI maupun setelah itu tetaplah terjaga.


Bu Andree sering mengikuti kemanapun Mbah Wali pergi. Memasuki era tahun 2004, gerakan radikal mendapatkan panggung luas di negeri ini.


Tahun 2005 Bu Andree pernah menanyakan kepada Mbah Wali, bagaimana sikap NU dalam menghadapi gerakan radikal yang semakin merajalela.


Mbah Wali hanya dhawuh: “Anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Kita akan panen. Mereka akan kalah dengan anak muda kita”.


Subhanaka ya Allah la 'ilma lana illa ma 'allamtana. Apa yang didhawuhkan Mbah Wali terbukti sudah. Sejak tahun 2015 anak muda NU membuat gerakan yang berhasil menghadang kelompok radikal.




Dan kini kita benar-benar panen anak muda NU yang solid dan mantap. Sebuah generasi yang tidak pernah diprediksi kelompok radikal dan bala kurawanya. Yang seakan muncul mendadak dan memporak-porandakan gerakan masif mereka.


Selamat berjuang di segala lini wahai anak muda NU. Mbah Wali Gus Dur bersama kalian semua.

Gusdur & Gusmus

Tidak ada komentar:

            Sosok di sebelahku ini sejak pertama kali aku mengenalnya (di Kairo Mesir, tahun 1964), sudah menarik hatiku. Sebelumnya, melihat wajahnya saja belum pernah. Pada waktu aku ke rumahnya di Jakarta dan bertemu ibundanya, sama sekali tak ada diceritakan tentang dirinya dan keberadaannya di Mesir. Tapi begitu berjumpa, sikapnya seolah-olah dia sudah mengenalku sejak lama. Tak ada basa-basi lazimnya orang baru bertemu dan berkenalan. Justru aku yang canggung dengan sikapnya yang tidak umum itu.

              Dan sudah sejak pertemuan ('tanpa perkenalan') itu, dia memanggilku "Mus" dan aku memanggilnya "Mas". (Baru ketika pulang di tanah air, ketika orang-orang memanggilnya "Gus", dia pun memanggilku "Gus", meski aku tetap memanggilny "Mas"). Alhamdulillah, di rumah aku punya kakak (Almarhum KH. Cholil Bisri) yang seperti sahabat karib dan di perantauan, Allah menganugerahiku sahabat karib yang seperti saudara ini.

           Di dekatnya, aku selalu merasa kecil. Mungkin karena, aku selalu memperhatikan pikiran-pikirannya yang besar. Sering apa yang kupikir besar, dia bisa menjelaskan bahwa itu hanya perkara sepele; meski dia tidak selalu menjelaskannya. Sementara aku masih sibuk memikirkan kuliah dan persiapanku menghadapi ujian, dia sudah memikirkan Indonesia dan bagaimana bisa mempersiapkan khidmah yang optimal bagi negeri yang dicintainya itu. Ketika aku baru memikirkan bagaimana setelah pulang nanti aku membangun rumah tangga, dia sudah memikirkan bagaimana membangun peradaban dunia.

            Baginya dunia ini --termasuk kekuasaan-- hanyalah main-main dan senda gurau belaka, seperti difirmankan olehTuhannya sendiri. (Q. 6: 32, Q. 47: 46, Q. 57: 20). Baginya, yang terbesar dan terpenting ialah Allah, kemudian hamba-hambaNya.

Karena itu ungkapannya "Begitu saja kok repot..." , bagiku, bukan ungkapan m a j a z atau k i n a y a h belaka.




 
back to top