Selasa, 11 Mei 2021

ETIKA MEMBERI NASEHAT

Tidak ada komentar:

             


                Islam adalah agama Nasehat. Ada banyak dalil yang mengungkapkan bagaimana keutamaan memberi nasehat dan berbagi ilmu kepada orang lain. Namun, sering kali saat seseorang diberi nasehat, orang tersebut jadi merasa tersinggung. 

                karena itu memberikan nasehat juga tidak bisa sembarangan. Ada etika – etika memberi nasehat yang perlu diperhatikan. Dengan begitu, nasehat yang disampaikan bisa sampai dan diterima dengan baik oleh orang lain. 

             Berikut ini adalah beberapa etika memberi nasehat yang perlu diketahui oleh setiap orang

1. Niat Memberi Nasehat Harus Ikhlas .


             Sebelum memberi nasehat, Anda harus meyakini dengan pasti bahwa niat memberi nasehat dilakukan dengan niat yang ikhlas. Sama seperti kebaikan lainnya, memberi nasehat juga merupakan sebagian dari ibadah. Karena itu, setiap ibadah harus dilandasi dengan niat yang ikhlas agar bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT .


2. Menasehati Dengan Cara yang Benar.


            Pemberian nasehat juga harus dilakukan dengan cara yang benar sesuai dengan syariat dan kemampuan orang yang memberi nasehat. 

             Dalam hadits riwayat Muslim disampaikan bahwa ada tiga tingkatan memberi nasehat. Yaitu dengan menggunakan tangan, menggunakan lisan, dan menggunakan hati.


Akan tetapi, memberi nasehat juga harus disesuaikan dengan kemampuan. Jika seseorang tidak mampu memberikan nasehat dengan menggunakan tangan, maka ia bisa dan bahkan harus menyampaikannya dengan lisan. Memberikan nasehat melampaui kemampuan yang dimiliki bisa mendatangkan mudharat dan kesulitan bagi pemberi nasehat.


3. Menggunakan Kata – Kata yang Baik .


           Nasehat juga harus disampaikan dengan kata – kata yang baik.   Bahkan, dalam surat Thaha ayat 44, Allah SWT  memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menasehati Firaun dengan perkataan yang lemah lembut. 

        Sedangkan kita bukan seorang Nabi, dan orang yang kita beri nasehat bukanlah Firaun yang keras kepala, dzalim, dan merasa Tuhan. Karena itu, nasehat yang diberikan haruslah menggunakan kata – kata yang baik.


4. Tabayyun Sebelum Memberi Nasehat


        Salah satu hal yang penting dilakukan sebelum memberikan nasehat adalah memastikan kebenaran berita yang kita ketahui. Nasehat yang dilakukan dengan dasar berita yang simpang siur tidak akan memberikan manfaat. Bahkan bisa jadi malah membuat orang yang diberi nasehat menjadi sedih dan kecewa.


5. Jangan Berburuk Sangka Kepada Orang yang Dinasehati


           Salah satu etika seorang muslim kepada muslim lainnya adalah berusaha berprasangka baik dan terus mencari kemungkinan – kemungkinan yang baik. Sedangkan menjadi salah satu ciri orang munafik adalah mencari – cari kesalahan orang lain.


6. Jangan Memaksakan Agar Nasehat Diterima


           Orang yang menasehati orang dan memaksakan nasehatnya diterima bisa disebut sebagai orang yang zhalim. Karena niat memberi nasehatnya adalah untuk ditaatim bukan untuk menunaikan amanah persaudaraan antar sesame muslim.


         Nasehat adalah sebuah ibadah. Dan meskipun orang yang diberi nasehat tidak menerima nasehat tersebut, maka orang yang mendapatkan nasehat akan tetap mendapatkan pahala dari Allah.


7. Tidak Menasehati di Depan Umum


          Islam menjaga dengan baik kehormatan seseorang. Karena itu, sudah sewajarnya umat Islam menjaga harga diri dan kehormatan saudaranya. Memberi nasehat kepada seseorang di depan umum bukanlah sebuah nasehat.


          Bahkan Imam Syafi’I mengatakan bahwa nasehat di depan umum adalah sebuah bentuk pelecehan kepada orang lain. Sedangkan Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa nasehat di depan umum adalah bentuk mempermalukan orang lain. Nasehat seharusnya dilakukan secara rahasia dan empat mata.


8. Jangan Melakukan Tahrisy


           Tahrisy adalah sikap memancing pertengkaran atau provokasi. Tahrisy juga disebut sebagai bagian dari namimah atau adu domba. Dan adu domba termasuk ke dalam dosa besar. Karena itu, nasehat seharusnya dilakukan dengan cara – cara yang baik dan tidak berupa provokasi yang memancing permusuhan sesame muslim.


           Nasehat seringkali disebut sebagai obat yang perih. Karena itu, memberi nasehat harus memperhatikan etika memberi nasehat yang baik. Sehingga, meskipun masih terasa perih bagi yang menerima, tapi rasa perihnya bisa diminimalisir sehingga nasehat bisa lebih mudah diterima dan tidak menimbulkan kebencian atau permusuhan .

Senin, 10 Mei 2021

Sabtu, 01 Mei 2021

PESAN WIRID MBAH MAIMOEN AGAR MURAH REJEKI DALAM RUMAH TANGGA

Tidak ada komentar:

====================================

         Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair dalam berbagai kesempatan memberikan pesan kepada para santrinya, agar hidup mereka diberi kemudahan, keberkahan dan dilapangkan rezekinya.


            Ini pesan salah satu pesan beliau: “Mbesok nek wes omah-omah, ojo lali, angger mlebu omah moco Qulhu ping pisan.” (Besok jika sudah berumah tangga, setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al-Ikhlas walaupun hanya sekali.)


            Ternyata pesan beliau bukan sembarang nasehat, karena hal itu telah disabdakan oleh junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Saw:


ﻋﻦ ﺳﻬﻞ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ : ‏« ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺷﻜﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﻓﻘﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻠﺖ ﺑﻴﺘﻚ ﻓﺴﻠﻢ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺃﺣﺪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻓﻴﻪ ﺃﺣﺪ ﻓﺴﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻚ ، ﻭﺍﻗﺮﺃ ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ ﻣﺮﺓ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻓﻔﻌﻞ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﺄﺩﺭ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺯﻗﺎً ﺣﺘﻰ ﺃﻓﺎﺽ ﻋﻠﻰ ﺟﻴﺮﺍﻧﻪ


Artinya: Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw. dan mengadukan kefakiran yang menimpanya. Lalu beliau bersabda: “Apabila kamu masuk ke rumahmu, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Dan jika tidak ada orang di dalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacalah Qul Huwallaahu Ahad satu kali”. Lalu laki-laki tersebut melakukannya. Maka Allah melimpahruahkan rizki orang tersebut, sehingga mengalir kepada tetangga-tetangganya.”

-

Semoga Bermanfaat .

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩



LELAH YANG DISUKAI ALLOH SWT

Tidak ada komentar:

 

Ada 8 jenis lelah yang disukai oleh Allah ﷻ.⁣

1. Lelahnya orang yang mencari nafkah untuk keluarganya. *(Surah al-Jumū'ah, 62:10)*⁣

2. Lelahnya orang yang berjihad di jalan Allah. *(Surah at-Taubah, 9:111)*⁣

3. Lelahnya orang yang berdakwah dan menyeru pada kebaikan. (Surah Fuṣṣilat, 41:33)⁣

4. Lelahnya orang yang belajar dan menuntut ilmu. *(Surah Āli 'Imrān, 3:79)*⁣

5. Lelahnya orang yang mengurus keluarga. *(Surah at-Taḥrīm, 66:6)*⁣

6. Lelahnya orang yang beribadah dan beramal soleh. *(Surah Āli 'Imrān, 3:79)*⁣

7. Lelahnya orang yang mengandung, melahirkan dan menyusui. *(Surah Luqmān, 31:14)*⁣

8. Lelahnya orang yang dalam kesusahan dan sakit. *(Surah al-Baqarah, 2:155)*⁣

Semoga lelah kita selalu LILLAH (kerana Allah) dan senantiasa diridhoi olehNya.⁣

.⁣


ZIKIR PAHALA DUA JUTA

Tidak ada komentar:

        Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a., Rasulullah saw. bersabda, Sesiapa membaca Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah ahadan somadan lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad, maka Allah akan menulis baginya dua juta kebaikan . (Riwayat Thabrani).Zikir ini mengandungi 2 bahagian iaitu:

1) Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah (Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah, dan Allah itu Zat yang Maha Esa dan tiada sesuatupun yang menyamaiNya)

2)Ahadan somadan lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad.. yang juga kalimah daripada surah Al-Ikhlas (Qul huwallah). Yang Maha Esa. Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat. Dia tiada beranak dan Dia pula tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya.

Di dalam zikir ini terdapat kalimah tauhid yang sangat berat timbangannya iaitu “Laa ilaaha illallah” dan juga ayat-ayat yang mengesakan Allah s.w.t.

Amalkanlah zikir ini sebelum tidur, selepas bangun tidur dan juga semasa berjaga malam mencari Malam Qadar (Lailatul Qadar).



 
back to top