Selasa, 17 Agustus 2021

Amalan di hari Asyuro'

Tidak ada komentar:

 Berikut ini 12 amalan pada hari Asyura bulan Muharam (mulai nanti malam; malam dan hari kamis) 


1. Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasanya para Nabi, maka puasa pada hari itu seperi puasa 1 tahun, dan dihapus dosa 1 tahun yg telah lewat. 


2. Shalat Malam

Sholat 4 Rakaat dgn cara setiap rakaat membaca surat Al Fatihah 1x, dan Surat Al Ikhlas 51x.

Barang siapa shalat dgn cara tersebut, maka dosanya akan dihapus selama 50 tahun. 


3. Shilatur Rahim kpd suadara

Sungguh sangat besar pahala shilatur rahim, terutama pada hari Asyura. 


4. Mendatangi orang Alim

Dianjurkan untuk membawa anak-anaknya agar cahaya orang alim tersebut membawa keberkahan kepadanya dan anak-anaknya.


5. Menjenguk orang sakit

Barang siapa menjenguk orang sakit pada hari itu, maka pahalanya seperti menjenguk orang sakit sedunia. 


6. Bercelak.

Orang yg memakai celak pada hari itu akan dijauhkan sakit mata selama 1 tahun. 


7. Mengusap rambut anak yatim

Barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim dihari itu, maka seperti berbuat baik kpd anak yatim seluruh keturunan Nabi Adam. 


8. Bersedakah

Orang yg memberi pd saat Asyura, maka dia dianggap tidak pernah menolak satu permintaanpun dari orang-orang yg meminta kepadanya. 


9. Mandi

Orang yg mandi pd saat itu, maka ia tdk akan pnh sakit kecuali sakit menghadapi kematian. 


10. Memberikan belanja lebih kepada keluarga

Barangsiapa memberikan belaja lebih kpd keluarganya dihari itu, maka setahun kdepan Allah akan memberikan lebih atas rejekinya. 


11. Memotong kuku 


12. Membaca surat Ikhlas 1000 x. 


Nb: Diantara 12 kesunnahan tersebut yg paling utama hanya dua; puasa dan memberikan belanja lebih kepada keluarga.


.

Senin, 19 Juli 2021

NGURIP-NGURIP MALAM RIYOYO LORO

Tidak ada komentar:

 Dawuh Simbah K.H. Maimoen Zubair 


"Sak makendut-makendute santri ojo nganti ora ngurip-urip malem rioyo loro, kanthi sholat ba'diyah Isya' rong rakaat ditambah sholat witir sak rakaat".


Itulah dawuh Syaikhona Maimoen Zubair yang meriwayatkan dari guru beliau, Syaikhuna wa Syaikhu Masyayikhina al'arif Billah al'allamah kh Abdul Karim Lirboyo atau Mbah Manab Lirboyo. Yang artinya kurang lebih:


"Senakal-nakalnya santri jangan sampai tidak menghidupkan dua malam hari raya (Idul Fithri dan Idul Adlha) dengan melaksanakan sholat sunah minimal dua rokaat setelah Isya' dan satu rokaat witir"


Rosululloh Shollallohu'Alaihi Wasallam bersabda:


عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب" رواه الطبراني في الكبير والأوسط.


"Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha, maka hatinya tidak akan mati tatkala hati-hati itu mati".


Al Fatihah



Minggu, 18 Juli 2021

Keistimewaan hari Arafah (9 DzulHijjah )

Tidak ada komentar:

1. Allâh  membebaskan banyak manusia dari neraka. 

Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


 مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَء


 Tidak ada hari di mana Allâh Azza wa

 membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” [HR. Muslim : 1348] 


2. Doa di hari Arafah adalah doa terbaik. Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :


 خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 


 Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.”  [HR. at-Tirmidzi :  3585] 


3. Puasa di hari Arafah memiliki keutamaan yang besar. Puasa sehari ini menghapuskan dosa dua tahun (setahun sebelumnya dan setahun setelahnya) sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Qatâdah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


 صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ 


Puasa hari Arafah aku harapkan dari Allâh bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. [HR. Muslim : 1162]


4. Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling pokok. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  ditanya oleh sekelompok orang dari Nejed tentang haji, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :


 الْحَجُّ عَرَفَة

Haji Adalah Arafah 

(HR. at-Tirmidzi 889)



Kamis, 15 Juli 2021

RAHASIA DZIKIR "LAQOD JA'AKUM

Tidak ada komentar:

       Di antara ayat al Quran yang banyak digunakan sebagai dzikir oleh para sholihin adalah dua ayat terakhir surat at Taubah.


لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُول مِنْ أَنْفُسكُمْ عَزِيز عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيص عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوف رَحِيم (*) فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِي اللَّه لَا إِلَه إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْت وَهُوَ رَبّ الْعَرْش الْعَظِيم

            Nabi saw bersabda, "Barang siapa membaca dua ayat terakhir surat at Taubah pada satu hari maka dia tidak akan meninggal pada hari tersebut".


وَفِيْ رِوَايَةٍ لَمْ يُقْتَلْ وَلَمْ يُضْرَبْ بِحَدِيْدَةٍ وَإِنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَلَهُ مِثْلُ ذَلِكَ ذَكَرَ هَذَا الْحَدِيْثَ بَعْضُ الصَّالِحِيْنَ


             Dalam satu riwayat dituturkan, "Dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka dia tidak akan mati di malam hari tersebut".

As Sayyid al Walid Habib Ali bin Abdurrohman bin Abdul Qodir Assegaf berkisah,

"Ada seorang anak yang setiap melakukan aktivitas atau bermain suka membaca ayat tersebut


ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

        Suatu saat, ketika ia bermain dan mengejar layang-layangnya yang terlepas ia tak sadar bahwa sedang berada di tengah jalan raya.

Matanya terus menatap ke layang-layang, tanpa disadari oleh anak itu ada sebuah truk kontainer yang melaju kencang dan menabrak sang anak. Orang-orang melihat truk itu menabrak keras sang anak, bahkan menyeretnya beberapa meter. Segera warga sekitar mengerubuti anak itu.

Sesaat kemudian, warga sekitar berteriak-teriak dan menyebut-nyebut nama Allah. Bukan karena melihat darah atau tubuh yang terlindas. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Anak itu tidak meninggal, bahkan tidak mengalami luka sedikitpun. Anak itu berdiri dan kembali melanjutkan mengejar layang-layang, seolah tak pernah terjadi apa-apa.


Mendengar hal itu, sang ayah anak itu pun cukup kaget. Ketika warga menanyakan kepada ayah anak tersebut, "Apa rahasianya, mengapa ia tidak meninggal saat tertabrak truk ?" Sang ayah hanya menjawab, "Tidak ada, tapi anak itu sering mengucapkan bacaan 'Laqod Jaakum Rosuluun min Anfusiikum Aziizun Alaihi Maa Anittuum Harisum Alaykum Bilmumininaa Rofurrurohiim."

Beliau as Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf kemudian berpesan,

"Amalkan ayat itu dalam aktivitas kita sehari-hari, karena Allah swt memberi 141 khasiat dalam bacaan itu. Minimal baca 7X setiap Ba'da Subuh dan Ba'da Asar

Sebagian ulama telah dikasyaf (dibukakan) Allah tentang kandungan rahasia dari ayat ini.


 Di antara perkataan Asy Syaikh Ahmad At-Tijani Rodliallohu anhu tentang keutamaan ayat ini :


1.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Subuh maka Alloh akan menjaga hatinya

2.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Dhuhur maka Allah akan menghidupkan dan menetapkan hatinya (dalam keimanan) di dunia maupun di akhirat

3.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat 'Ashar maka dia tidak akan mati seperti matinya orang kaget.

4.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Maghrib maka dia akan diberi istiqomah (dalam beribadah) oleh Alloh SWT

5.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat 'Isya maka Alloh akan menjaga dirinya dari penguasa lalim

6- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat sunah maka Alloh akan memberinya rizqi kepadanya bisa merasakan manisnya iman

7- Barang siapa membaca ayat ini tujuh puluh tujuh kali setelah sholat Jum'ah maka Alloh akan menjaganya dari makan makanan haram

8- Barang siapa membaca ayat ini tiga ratus enam puluh kali pada hari 'Arafah maka Alloh akan menuntunnya dan mencukupinya dari kesusahan dunia akhirat

9- Barang siapa membaca ayat ini seribu kali pada hari 'Asyura maka akan dilayani oleh para Malaikat dan Alloh akan memberi rizqi baginya dari segala arah

10- Barang siapa membaca ayat ini lima ratus kali pada malam Nishfu Sya'ban maka dia tidak akan ditanya oleh Malaikat Munkar Nakir

11- Barang siapa membaca ayat ini satu kali pada pagi dan sore hari maka Alloh akan menjaganya dari segala mara bahaya dan tidak akan ada yang dapat mencelakainya selamanya

12- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setiap akan tidur maka Alloh akan menjaganya sampai pagi dan tidak akan ada yang dapat mencelakainya selamanya

13.- Barang siapa membaca ayat ini tujuh kali ditulis untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara meminum air rendamannya

14- Barang siapa membaca ayat ini seratus kali untuk orang sakit dengan niat yang sungguh sungguh dan benar maka akan sembuh seketika

15- Barang siapa membaca ayat ini siang dan malam walaupun hanya sekali maka dia tidak akan meninggal

16- Barang siapa membaca ayat ini untuk harta benda maka Alloh akan menjaga harta tersebut

17- Barang siapa membaca ayat ini untuk rumah, atau kebun, atau desa, atau kota, atau benteng maka Alloh akan menjaga semuanya

18.- Barang siapa membacanya untuk kafilah atau perahu / kapal laut maka Alloh akan menjaganya

19.- Barang siapa membaca ayat ini di tengah peperangan maka musuh akan lari dan diberi kemenangan dan keselamatan

20. Barang siapa membaca ayat ini tujuh puluh ribu kali ketika kholwat maka akan mendapat khodam malaikat dan jin mukmin selama hidupnya, diterima dihati semua makhluk, semua akan tunduk kepadanya, disembuhkan segala penyakitnya, dan diberi kemudahan segala urusannya

21- Barang siapa memperbanyak membaca ayat ini tanpa dihitung, baik ketika berjalan maupun duduk, maka bertambah tambah kebaikannya, dicintai baginda Nabi SAW, dapat melihat baginda Nabi SAW setiap saat

22- Barang siapa selalu membaca ayat ini selama empat puluh tahun maka hilanglah hijab antara dia dan baginda Nabi SAW, dan memperoleh derajat sebagaimana yang diperoleh para shiddiiqiin.



Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa sohbihi wa sallim

Senin, 12 Juli 2021

PELIHARA KAMBING

Tidak ada komentar:

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ قَالَتْ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخِذُوا الْغَنَمَ فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً

مسند الامام احمد ٢٦١١٣

Rosulullah ﷺ bersabda, "Peliharalah oleh kalian kambing karena di dalamnya terdapat barakah



Jumat, 02 Juli 2021

Sabtu, 26 Juni 2021

SEBAIK BAIK IBADAH ADALAH KERJA !!

Tidak ada komentar:

        


           Bekerja itu ibadah, mendapatkan pahala, dan dinilai fi sabilillah (berada di jalan Allah SWT). Alasannya, dalam Islam, bekerja itu hukumnya wajib. Melaksankan kewajiban termasuk ibadah. Maka, bekerja artinya melaksakan kewajiban dan itu bernilai ibadah.


Bekeja, secara bahasa, adalah mencari nafkah atau mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ibadah secara bahasa artinya “perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah Swt., yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya” 

Allah SWT memerintahkan kita bekerja. Maka, bekerja artinya melaksanakan perintah-Nya dan itu termasuk ibadah.

Sebagaimana ibadah seperti shalat dan puasa, bekerja pun harus dilakukan dengan baik. Seorang pekerja harus sungguh-sungguh (khusyu’), menaati aturan (SOP), disiplin, dan profesional dalam bekerja.

Sejumlah ayat Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad Saw berikut ini menunjukkan bekerja itu ibadah. Mencari nafkah –dengan cara halal tentunya– untuk diri sendiri dan keluarga itu berpahala. Nabi Saw menyebutnya sebagai bagian dari berjuang di jalan Allah SWT (fi sabilillah).

Dalam Al-Quran, Allah SWT menyatakan, Dia menciptakan siang untuk bekerja dan malam untuk istirahat, menjadikan bumi yang luas untuk mencari nafkah,


“Kami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan kehidupan (bekerja).” (QS. Naba” : 11).


“Kami telah menjadikan untukmu semua didalam bumi itu sebagai lapangan mengusahakan kehidupan (bekerja); Tetapi sedikit sekali diantaramu yang bersyukur.” (QS. A”raf : 10).

Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jum”ah : 10).

Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk : 15).


“Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah..” (QS. Al-Muzzammil: 20).

Diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini (rajin dan giat) dilakukan untuk jihad di jalan Allah.”


Nabi Saw menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlan kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR Thabrani).


“Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah kewajiban beribadah”. (HR. Thabrani dan Baihaqi).


“Bahwa Allah sangat mencintai orang-orang mukmin yang suka bekerja keras dalam usaha mencari mata pencaharian”. (HR. Tabrani dan Bukhari).


Ibnu Abbas ra berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang merasakan keletihan pada sore hari, karena pekerjaan yang dilakukan oleh kedua tangannya, maka ia dapatkan dosanya diampuni oleh Allah SWT pada sore hari tersebut.” (HR. Imam Tabrani).


“Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim).


“Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bekerja dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah.” (HR Ahmad).


”Sebaik-baik pekerjaan ialah usahanya seseorang pekerja apabila ia berbuat sebaik-baiknya (propesional).” (HR. Ahmad).


Nabi Saw juga mengingatkan agar kita bekerja secara halal. “Orang yang paling rugi di hari kiamat kelak adalah orang yang mencari harta secara tidak halal, sehingga menyebabkan ia masuk neraka”. (HR. Bukhari).


Demikian ulasan ringkas bekerja itu ibadah.

 Wasalam. *

Sumber: Almanhaj

 
back to top