Jumat, 29 Januari 2021

Kejahatan & Keburukan tidak Alloh SWT ciptakan

Tidak ada komentar:

 Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.


Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"


Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."


Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."


(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu)


Tiba-tiba suara seorang mahasiswa muslim memecah kesunyian.


Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"


Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."


Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya!


 Apakah gelap itu ada?"


Profesor: "Tentu saja ada!"


Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.


Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"


Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."


Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."


Profesor terpaku dan terdiam!


🍃🍂kejahatan terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya🍃🍂


🕌Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita, itulah IMAN🕌


⚘🌿SESUNGGUHNYA PERBUATAN KEJAHATAN  ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA ⚘🌿


    Semoga bermanfaat.



Selasa, 19 Januari 2021

GUS BAHA , menghargai perasaan orang

Tidak ada komentar:


        Gus Baha' :"Jangan terlalu membesar-besarkan hal yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat Islam". 


“Hindarilah omongan seperti misalnya saat bulan Rhamadan: "Rugi, Ramadhan hanya setahun sekali kok gak sholat tarawih di masjid berjama'ah." 

Itu namanya tak menghargai perasaan orang.


“Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati. Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja.”


“Tarawih itu sunah. Sementara mencari nafkah itu wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang utama". 


"Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi itu sangat mencintai sholat tarawih, tapi beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib.”


Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat. 


"Kanjeng Nabi itu sangat suka sholat. Suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis.


Kanjeng Nabi memutuskan untuk mempercepat sholatnya. Khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya.


Gus Baha juga pernah disowani oleh kiai yang mengeluh karena jama'ahnya tak bertambah.


Sambil tertawa Gus Baha menjawab, “loh Jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat.”


“loh Kok bisa, Gus..?”


“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya. Mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu. Dia mungkin sedang makan Bakso dengan keluarganya.


“Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal. Nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya.”


Kiai itu terdiam. “Masak sih, Gus..?”


"Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya. Makanya, jadi kiai itu yang bijak". 


"Kiai itu penyangga umat banyak. Kalau mau bikin kajian, ya jangan saat orang bekerja. Jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Islam itu hadir sebagai masalah."


Semoga Gus Baha' dan kita semua selalu Sehat.. Aamiin..

Minggu, 03 Januari 2021

IJAZAH DARI KH. SYA'RONI AHMADI KUDUS (Hafizhohullah)

Tidak ada komentar:

 

1. Doa ketenangan hati

Dibaca 10 kali sesudah sholat fardhu


اللهم نور قلبي بنور هدايتك كما نورت الأرض بنور شمسك أبدا أبدا


Allahumma nawwir qolbii binuuri hidaayatika kamaa nawwarta al-ardho binuuri syamsika abadan abadaa.


2. Doa agar diberi rizki yang luas

Dibaca pagi 9 kali dan sore 9 kali


الله لطيف بعباده يرزق من يشاء وهو القوي العزيز


Allahu lathiifun bi 'Ibaadihii yarzuqu man yasyaa-u wa huwa al-qowiyyu al-aziiz


3. Doa kerukunan keluarga

Dibaca 10 kali pagi dan sore


ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما


Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa


4. Doa dibaca waktu ada kesulitan


يا لطيف 129x


Yaa Lathiif (129 kali).


5. Doa dibaca untuk menghasilkan hajat

Dibaca 99 kali


اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه صلاة تعدل صلوات المصلين عليه


Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii sholaatan ta'dilu sholawaatil musholliina 'alaih.


Silahkan diamalkan dengan menulis pada kolom komentar lafadz "qobiltu" semoga barokah.




Selasa, 29 Desember 2020

Gus Dur: 10 Tahun Lagi Anak Muda NU akan Bangkit dan Mengalahkan Gerakan Radikal

Tidak ada komentar:

             Cerita ini Shuniyya dapat dari Ibu Andree Fiellard, penulis senior asal Perancis. Ketemu beliau dalam acara makan siang di kota Kendal tanggal 31 Maret 2019.


Beliau sudah ada di Indonesia sejak akhir tahun 1970an. Meneliti organisasi Islam moderat di negeri ini hingga jatuh cinta dengan NU.


Persahabatan Sang Peneliti dengan Mbah Wali Gus Dur, dimulai sejak beliau menjadi Ketua Umum PBNU, Presiden RI maupun setelah itu tetaplah terjaga.


Bu Andree sering mengikuti kemanapun Mbah Wali pergi. Memasuki era tahun 2004, gerakan radikal mendapatkan panggung luas di negeri ini.


Tahun 2005 Bu Andree pernah menanyakan kepada Mbah Wali, bagaimana sikap NU dalam menghadapi gerakan radikal yang semakin merajalela.


Mbah Wali hanya dhawuh: “Anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Kita akan panen. Mereka akan kalah dengan anak muda kita”.


Subhanaka ya Allah la 'ilma lana illa ma 'allamtana. Apa yang didhawuhkan Mbah Wali terbukti sudah. Sejak tahun 2015 anak muda NU membuat gerakan yang berhasil menghadang kelompok radikal.




Dan kini kita benar-benar panen anak muda NU yang solid dan mantap. Sebuah generasi yang tidak pernah diprediksi kelompok radikal dan bala kurawanya. Yang seakan muncul mendadak dan memporak-porandakan gerakan masif mereka.


Selamat berjuang di segala lini wahai anak muda NU. Mbah Wali Gus Dur bersama kalian semua.

Gusdur & Gusmus

Tidak ada komentar:

            Sosok di sebelahku ini sejak pertama kali aku mengenalnya (di Kairo Mesir, tahun 1964), sudah menarik hatiku. Sebelumnya, melihat wajahnya saja belum pernah. Pada waktu aku ke rumahnya di Jakarta dan bertemu ibundanya, sama sekali tak ada diceritakan tentang dirinya dan keberadaannya di Mesir. Tapi begitu berjumpa, sikapnya seolah-olah dia sudah mengenalku sejak lama. Tak ada basa-basi lazimnya orang baru bertemu dan berkenalan. Justru aku yang canggung dengan sikapnya yang tidak umum itu.

              Dan sudah sejak pertemuan ('tanpa perkenalan') itu, dia memanggilku "Mus" dan aku memanggilnya "Mas". (Baru ketika pulang di tanah air, ketika orang-orang memanggilnya "Gus", dia pun memanggilku "Gus", meski aku tetap memanggilny "Mas"). Alhamdulillah, di rumah aku punya kakak (Almarhum KH. Cholil Bisri) yang seperti sahabat karib dan di perantauan, Allah menganugerahiku sahabat karib yang seperti saudara ini.

           Di dekatnya, aku selalu merasa kecil. Mungkin karena, aku selalu memperhatikan pikiran-pikirannya yang besar. Sering apa yang kupikir besar, dia bisa menjelaskan bahwa itu hanya perkara sepele; meski dia tidak selalu menjelaskannya. Sementara aku masih sibuk memikirkan kuliah dan persiapanku menghadapi ujian, dia sudah memikirkan Indonesia dan bagaimana bisa mempersiapkan khidmah yang optimal bagi negeri yang dicintainya itu. Ketika aku baru memikirkan bagaimana setelah pulang nanti aku membangun rumah tangga, dia sudah memikirkan bagaimana membangun peradaban dunia.

            Baginya dunia ini --termasuk kekuasaan-- hanyalah main-main dan senda gurau belaka, seperti difirmankan olehTuhannya sendiri. (Q. 6: 32, Q. 47: 46, Q. 57: 20). Baginya, yang terbesar dan terpenting ialah Allah, kemudian hamba-hambaNya.

Karena itu ungkapannya "Begitu saja kok repot..." , bagiku, bukan ungkapan m a j a z atau k i n a y a h belaka.




Sabtu, 28 November 2020

KH BAHA'UDIN NUR SALIM AL HAFIZD

Tidak ada komentar:

         Banget 'Alim, masih muda, sederhana, intelek, mudah difahami ketika memberikan ilmu, murid Syaikhina Maimoen Zubair, Ra'is 'Am NU masa depan yang diharapakan Kh. Marzuki Mustamar. Beliau juga dipuji oleh ulama'2 lainnya seperti UAS dan UAH.


            Siapa sebenarnya Gus Baha? Tokoh dari Pesantren tanpa gelar akademik, namun keilmuan tafsirnya diakui kaum akademisi !


Pertanyaan ini sangat sangat mengusik kita kan sahabat? 

              KH. Ahmad Bahauddin Nursalim AlHafizh atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha' adalah putra seorang ulama' ahli Qur'an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, sebuah desa di pesisir utara pulau jawa. KH. Nursalim adalah murid dari KH. Arwani Al-Hafizh Kudus dan KH. Abdullah Salam Al-Hafizh Pati. Dari silsilah keluarga ayah beliau inilah terhitung dari buyut beliau hingga generasi ke-empat kini merupakan ulama'-ulama' ahli Qur'an yang handal.

         Silsilah keluarga dari garis ibu beliau merupakan silsilah keluarga besar ulama' Lasem, Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu yang pesareannya ada di area Masjid Jami' Lasem, sekitar setengah jam perjalanan dari pusat Kota Rembang.

        Gus Baha' kecil memulai menempuh gemblengan keilmuan dan hafalan Al-Qur'an di bawah asuhan ayahnya sendiri. Hingga pada usia yang masih sangat belia, beliau telah mengkhatamkan Al-Qur'an beserta Qiro'ahnya dengan lisensi yang ketat dari ayah beliau. Memang, karakteristik bacaan dari murid-murid Mbah Arwani menerapkan keketatan dalam tajwid dan makhorijul huruf.

         Menginjak usia remaja, Kiai Nursalim menitipkan Gus Baha' untuk mondok dan berkhidmat kepada Syaikhina KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, sekitar 10 km arah timur Narukan. Di Al Anwar inilah beliau terlihat sangat menonjol dalam fan-fan ilmu Syari'at seperti Fiqih, Hadits dan Tafsir. Dalam riwayat pendidikan beliau, semenjak kecil hingga beliau mengasuh pesantren warisan ayahnya sekarang, beliau hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan PP. Al Anwar Karangmangu.

         Beliau selain di pondok pesantren mengabdikan dirinya di Lembaga Tafsir Al-Qur'an Universitas Islam Indonesa (UII) Yogyakarta. Selain Yogyakarta beliau juga diminta untuk mengasuh PengajianTafsir Al-Qur'an di Bojonegoro, Jawa Timur. Di Yogya minggu terakhir, sedangkan di Bojonegoro minggu kedua setiap bulannya.

          Di UII beliau adalah Ketua Tim Lajnah Mushaf UII. Timnya terdiri dari para Profesor, Doktor dan ahli-ahli Al-Qur'an dari seantero Indonesia seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib dan para anggota Dewan Tafsir Nasional yang lain.

          Suatu kali beliau ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, namun beliau tidak berkenan. Dalam jagat Tafsir Al-Qur'an di Indonesia beliau termasuk pendatang baru dan satu-satunya dari jajaran Dewan Tafsir Nasional yang berlatar belakang pendidikan non formal dan non gelar. Meski demikian, kealiman dan penguasaan keilmuan beliau sangat diakui oleh para ahli tafsir nasional. 

             Hingga pada suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof. Quraisy bahwa kedudukan beliau di Dewan Tafsir Nasional selain sebagai Mufassir, juga sebagai Mufassir Faqih karena penguasaan beliau pada ayat-ayat ahkam yang terkandung dalam Al-Qur'an. Setiap kali lajnah 'menggarap' tafsir dan Mushaf Al-Qur'an, posisi beliau selalu di 2 keahlian, yakni sebagai Mufassir seperti anggota lajnah yang lain, juga sebagai Faqihul Qur'an yang mempunyai tugas khusus mengurai kandungan fiqh dalam ayat-ayat ahkam Al-Qur'an.



Kamis, 12 November 2020

Pepatah Jawa penuh makna

Tidak ada komentar:

 



             Banyak cara untuk menyelami kehidupan. Bukan hanya melalui pengalaman, namun melalui pepatah atau peribahasa juga bisa menjadi sebuah bacaan inspiratif yang membantu memahami kehidupan. 

           Salah satu yang populer adalah pepatah Jawa. Dahulu, pepatah Jawa dianggap sebagai nasehat bagi warga setempat.Bahasanya yang singkat namun bermakna ini pun membuat pepatah Jawa masih digunakan hingga saat ini. Ada yang menggunakan pepatah Jawa sebagai bahan intropeksi diri hingga sindiran. Jika memahaminya dengan baik, pepatah Jawa ini banyak mengajarkan tentang kehidupan.  

berikut ini ada 40 kata-kata pepatah Jawa beserta artinya. Kata-kata pepatah Jawa berisi motivasi.

1. "Adhang-adhang tetese embun." (Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun.)

2. "Adigang, adigung, adiguna." (Mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepintarannya.)

3. "Ana dina, ana upa." (Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.)

4. "Becik ketitik, ala ketara." (Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.)

5. "Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh." (Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.)

6. "Kena iwake aja nganti buthek banyune." (Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan.)

7. "Ngundhuh wohing pakerti." (Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan.)

8. "Sabar sareh mesthi bakal pikoleh." (Pekerjaan apapun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil.)

9. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe" (Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.)

10. "Sluman slumun slamet." (Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.)

11. "Dhemit ora ndulit, setan ora doyan." (Berharap doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan.) Kata-kata pepatah Jawa berisi sindiran dan rasa kecewa.

12. "Beras wutah arang bali menyang takere." (Menggambarkan sesuatu yang sudah rusak tidak akan bisa kembali sama seperti semula.)

13. "Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake." (Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus.)

14. "Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut." (Menggambarkan orang yang saking jengkelnya hingga tidak mau bertegur sapa lagi.)

15. "Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang." (Perkara yang buruk dianggap baik, sedangkan yang baik dianggap buruk.)

16. "Gupak pulute ora mangan nangkane." (Sudah ikut berjuang susah payah, tapi tidak ikut menikmati hasilnya.)

17. "Jagakake endhoge si blorok." (Berharap pada sesuatu yang belum pasti.)

18. "Jalma angkara mati murka." (Mendapat kesulitan karena kemarahannya sendiri.)

19. "Kakehan gludug kurang udan." (Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti.)

20. "Kebat kliwat, gancang pincang." (Tindakan yang tergesa-gesa pasti tidak sempurna.)

21. "Kendel ngringkel, dhadang ora godak." (Mengaku berani dan pintar, kenyataannya penakut dan bodoh.)

22. "Kumenthus ora pecus." (Menggambarkan orang yang banyak membual tanpa bukti dan perbuatan yang becus.)

23. "Lambe satumang kari samerang." (Orang yang sudah berkali-kali dinasehati tapi tak juga didengarkan.)

24. "Menthung koja kena sembagine." (Menggambarkan seseorang yang merasa telah memperdayai namun sebenarnya dia sediri yang telah terpedaya.)

25. "Milih-milih tebu oleh boleng." (Terlalu banyak memilih tapi pada akhirnya malah mendapatkan yang tidak baik.)

26. "Nabok nyilih tangan." (Menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya dan meminta bantuan orang lain diam-diam.)

27. "Ngajari bebek nglangi." (Pekerjaan yang tidak ada manfaatnya.)

28. "Obah ngarep kobet mburi." (Segala tindakan pemimpin selalu jadi anak buahnya.)

29. "Pitik trondhol diumbar ing padaringan." (Orang yang diberi kepercayaan barang berharga, pada akhirnya hanya bisa menghabiskannya.)

30. "Sembur-sembur adus, siram-siram bayem." (Sebuah tujuan yang terlaksana karena mendapat dukungan banyak orang.) Kata-kata pepatah Jawa tentang kehidupan.

31. "Bathok bolu isi madu." (Menggambarkan orang dari kalangan bawah tapi kaya ilmu pengetahuan.)

32. "Busuk ketekuk, pinter keblinger." (Orang bodoh ataupun pandai suatu saat sama-sama akan mengalami keusulitan.)

33. "Desa mawa cara, negara mawa tata." (Setiap daerah memiliki adat istiadat atau aturan yang berbeda.)

34. "Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan." (Meskipun tidak ada ikatan darah, namun terasa sudah seperti bagian dari keluarga, yang jika ada duka, ikut merasa sedih dan kehilangan.)

35. "Kacang ora ninggal lanjaran." (Kebiasaan anak selalu meniru dari orang tuanya.)

36. "Kebo mulih menyang kandhange." (Sejauh-jauh seseorang pergi, akhirnya akan pulang ke kampung halamannya.)

37. "Kesandhung ing rata, kebentus ing tawang." (Menemui musibah yang tidak disangka-sangka.)

38. "Mikul dhuwur mendhem jero." (Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.)

39. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah." (Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai.)

40. "Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati." (Perkara jelek merajalela sedangkan perkara baik tinggal sedikit.) 


 
back to top