Jumat, 07 Oktober 2011

Definisi Ibadah Hajji

Tidak ada komentar:

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.  Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf,mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. 
Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.
Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Di antara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.
Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.
§  Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
§  Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
§  Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.
Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
§  Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
§  8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
§  9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
§  10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
§  11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
§  12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
§  Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).
 

Persahabatan Sejati takkan pernah berakhir ( True Friendship Never Ends )

Tidak ada komentar:


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Life ends when you stop dreaming,
hope ends when you stop believing,
love ends when you stop caring,
friendship ends when you stop sharing

So share this with whom ever you consider dear...
I choose to share these with you...
Forgive the heart that hurts you,
and don't hurt the heart that loves you...

Don't cry over anyone who won't cry over you...
Good friends are hard to find,
harder to leave and impossible to forget...

Most people walk in and out of your life
but only friends leave foot prints in your heart,

TRUE FRIENDSHIP NEVER ENDS.

Persahabatan Sejati Takkan Pernah Berakhir


Hidup berakhir ketika kamu berhenti bermimpi
Harapan berakhir ketika kamu berhenti percaya
Cinta berakhir ketika kamu berhenti memberi perhatian
Persahabatan berakhir ketika kamu berhenti berbagi

Jadi berbagilah dg orang yg kau sayangi
Aku pilih tuk berbagi DENGANMU
Maafkan orang yg melukai hatimu
Dan jgn sakiti hati orang yg mencintaimu

Jgn menangis kpd seseorang yg tdk menangisimu
Teman baek sulit ditemukan
Lebih sulit ditinggalkan dan tdk mungkin dilupakan

Setiap orang akan masuk dan keluar dlm hidupmu
Tapi hanya "teman" yg meninggalkan jejak di hatimu



Menumbuhkan Pribadi yg Istiqomah

Tidak ada komentar:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


.... Setiap diri yang beriman kepada Allah haruslah memiliki jiwa yang istiqamah ( memiliki pendirian yang kuat) dalam mempertahankan dan membuktikan nilai-nilai keimanan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya " Sesungguhnya orang-orang yang berkata, " Rabb kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka ( dengan berkata ),'janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati;dan bergembiralah kamu dengan ( memperoleh ) surga yang telah dijanjikan kepadamu"( QS. Fushshilat : 30 ). Lalu bagaimanakah agar kita istiqamah mempertahankan dan membuktikan nilai-nilai keimanan? Tips berikut semoga menjadi salah satu jawabannya. ('1'). Introspeksi diri Akan membuat jiwa bercermin dan sadar atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini yaitu beribadah kepada Allah. ('2') Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Sehingga mendorong kita belajar agama untuk memperbaiki aqidah, mendalami tauhid dan melaksanakan perintah serta menjauhi larangan-Nya. ('3'). Mengkaji Al-Qur'an dengan menghayati,merenungkan dan mengamalkan isinya. Al-Qur'an dapat meneguhkan hati orang yang beriman dan petunjuk kepada jalan yang lurus . ('4'). Membaca,merenungi dan mengamalkan kisah Nabi dan Rasul serta orang-orang yang sholeh sehingga dapat dijadikan sebagai teladan. ('5'). Perbanyak taubat dan istighfar ( mohon ampun pada Allah) Perbuatan dosa yang kita lakukan akan menyebabkan noda di hati dan akan melemahkan kita untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu dengan banyak taubat dan istighfar hati kita akan kembali bersih dan mudah menerima kebaikan. ('6'). Memperbanyak do'a agar diberi keistiqamahan. Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi 'alaa diinika ( Ya Rabb yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu). [ HR. Tirmidzi ]. ('7'). Bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Sangatlah penting mencari lingkungan atau teman yang semangat dalam menjalankan ibadah sehingga kita pun tertular aroma kebaikannya. Jika lingkungan atau teman kita baik maka ketika kita keliru ada yang selalu menasehati dan memberi semangat dalam kebaikan. ('8'). Mengikhlaskan niat saat melakukan amal kebaikan. Hendaknya kita membersihkan hati dari sifat ingin dipuji, riya, pamer dan sombong. Lakukanlah segalanya hanya karena Allah. ('9'). Mengingat mati Terbukti ampuh untuk memompa semangat jiwa untuk beribadah kepada Allah dan istiqamah di jalan-Nya. Kita tidak tahu kapan ajal menjemput. 
                              Dengan mengingat mati kita akan berlomba-lomba mempersiapkan bekal ke alam akhirat. ... Demikianlah beberapa perkara yang dapat membantu seorang hamba untuk dapat istiqamah di jalan Allah. 

Keutama"an Sholat Berjama"ah

Tidak ada komentar:


مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلاَةِ مَعَ اْلجَمَاعَةِ أَعْطَاهُ اللّهُ خَمْسَ خِصَالٍ : لَمْ يُصِبْهُ فَقْرًا أَبَدًا, يُرْفَعُ عَنْهُ عَذَابُ الْقَبْرِِ, أَمِنَ مِنْ أَهْوَالِ يَومِ الْقِيَامَةِ, يُعْطَى كِتَابُهُ بِيَمِيْنِهِ, يَمُرُّ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ اْلخَاطِفِ

Barangsiapa yang selalu menjaga shalatnya dengan berjamaah, maka Allah akan memberinya lima hal:


-tidak pernah terkena kefakiran selamanya,
-dihapuskan siksa kubur darinya,
-selamat dari kesusahan pada hari kiamat,
-diberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanan,
-dan berjalan di atas titian 'shirat' secepat kilat yang menyambar.

 Pahala shalat sendiri dan shalat berjama`ah tentulah berbeda.Shalat berjama`ah lebih tinggi nilai pahalanya disisi Alloh SWT.
Barang siapa berwudhu‘ dengan sebaik-baiknya, kemudian pergi (ke masjid untuk shalat berjama’ah, Red.),
namun dia mendapati manusia sudah selesai shalat, Allâh Ta'ala memberikan pahala kepadanya
semisal pahala orang-orang yang menghadiri dan shalat (jamaah) itu
tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Abu Hurairah  berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)

Dari Abu Musa  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ
Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662)

Dari Abu Ad-Darda`  dia berkata: Saya pernah mendengar 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ
Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR. Abu Daud no. 547, An-Nasai no. 838, dan sanadnya dinyatakan hasan oleh An-Nawawi dalam Riyadh Ash-Shalihin no. 344)

Dari Ibnu Umar -radhiallahu anhuma-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari

Jumat, 16 September 2011

Keistimewaan Hari Jum’at, kiamat, doa mustajab,

Tidak ada komentar:

1. Hari peleburan dosa dan kesalahan ”Barangsiapa mandi kemudian mendatangi Jumat, lalu shalat sunnah sedapatnya, kemudian berdiam hingga imam selesai dari khutbahnya lalu shalat bersamanya, maka ia akan diampuni segala kesalahannya antara Jumat tersebut dan Jumat sesudahnya dan di tambah tiga hari(HR.Muslim:Shohih)

2. Api Neraka dipadamkan pada hari Jumat Dari Aabu Qatadah, bahwa nabi SAW bersabda ”Sesungguhnya api neraka jahanam akan terus dinyalakan kecuali pada hari Jumat”

3. Ada saat-saat doa mustajab Abu Hurairah, Nabi SAW ”Sesungguhnya pada hari Jumat itu terdapt saat dimana tidak seorang muslimpun didapati sedang memohon kepada Allah kecuali Allah pastiakan mengabulkannya” Beliau melanjutkan, ”saat-saat itu begitu singkat”. Para ulama berpendapat saat itu adalah:


•Usai shalat Ashar sampai terbenamnya matahari
•Ketika khatib duduk diantara dua khotbah
4. Pahala sedekah dilipatgandakan Dari Abu Hurirah, Nabi SAW bersabda,”Tiada pagi hari datang menyapa manusia kecuali akan turun dua malaikat, lalu salah satunya mengatakan,”ya Allah berilah ganti harta orang yang bersedekah”. Dan yang satunya mengatakan,”Ya Allah jadikanlah kerusakan pada harta orang yang enggan bersedekah”.(muttafaqalaih)

5. Kiamat terjadi pda hari Jum’at Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,” sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah kiamat terjadi kecuali pada hari Jumat”. (HR. Muslim: Shohih)

Kamis, 15 September 2011

Faedah dan Keutamaan Membaca Alqur'an, berdoa, silaturahim, istighfar, sholawat, Menghindari dosa dan maksiat, dan Dzikir

Tidak ada komentar:
Buah Membaca Al-Qur’an.
•  Menumbuhkan rasa takut (kepada Allah subhanahu wata’ala), melunakkan hati dan memberikan rasa ketenangan.
•  Menumbuhkan keyakinan yang merupakan inti iman.
•  Menumbuhkan rasa takut dan mawas diri terhadap hari Akhir.
•  Merealisasikan dakwah kepada Allahl saja yang tiada sekutu bagi-Nya.
•  Membimbing ke jalan yang paling lurus.

Buah Do’a :
•  Terhindarnya seseorang dari kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.
•  Lapangnya dada, hilangnya segala kesedihan, dan kegundahan serta dimudahkannya segala urusan.
•  Bukti keimanan dan tawakkal seseorang kepada Allah subhanahu wata’ala.
•  Mendapat rahmat dan terhindar dari bala.
•  Dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala.

Buah Shalawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam:
•  Ta'at kepada perintah Allah subhanahu wata’ala.
•  Mendapatkan 10 shalawat (rahmat) dari Allah subhanahu wata’ala bagi yang membaca shalawat sekali.
•  Diangkat 10 derajat, diberikannya 10 kebaikan dan dihapuskan 10 kesalahan (dosa).
•  Mendapat ampunan bagi hamba dan kecukupan dari segala yang menimbulkan kegelisahan dalam hati.
•  Dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam pada hari Kiamat kelak.
•  Dimantapkannya kaki ketika menapaki Shirath.
•  Turunnya keberkahan, rahmat, dan kelapangan rizki bagi yang membaca sholawat.

Buah Istighfar (Mohon Ampunan):
•  Ketaatan kepada Allah dan menyuri-tauladani Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam
•  Menghindarkan (orang yang memohon ampunan) dari siksa, musibah dan bencana.
•  Turunnya hujan.
•  Turunnya rahmat dan kenikmatan yang baik (terus-menerus).
•  Banyaknya anak dan harta.
•  Diangkatnya kesedihan, kegundahan dan musibah.

Buah Silaturrahim:
•  Masuk Surga.
•  Mencegah dari su’ul khatimah (kematian yang buruk).
•  Sebagai tanda keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala dan hari akhir.
•  Bertambahnya umur dan dilapangkannya rizqi.
•  Mendapatkan rahmat Allah subhanahu wata’ala.
•  Dihapuskan kesalahan dan dosa serta dimudahkan dalam hisab (di hari Kiamat) kelak.
•  Tersebarnya rasa cinta dan kasih sayang serta mempererat hubungan antar kerabat.
•  Kemuliaan jiwa bagi pelakunya.

Buah Meninggalkan Dosa dan Maksiat :
•  Mendatangkan kecintaan, perhatian Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-Nya dan bahwa Allah subhanahu wata’ala gembira dengan taubatnya.
•  Dimudahkan rizqi dari jalan yang tidak pernah disangka.
•  Hilangnya kesedihan dan kegundahan.
•  Do’anya akan segera dikabulkan.
•  Hilangnya rasa keterasingan dari Allah subhanahu wata’ala.
•  Merasakan manisnya iman.
•  Para malaikat pembawa ‘Arsy berdo’a untuknya.
•  Diberikannya cahaya di hati dan mukanya.
•  Syetan (dari jin dan manusia) akan menjauh darinya.

Buah Dzikir:
•  Menjadikan Allah subhanahu wata’ala ridha dan cinta kepada hamba-Nya.
•  Menghilangkan kesedihan dan kegundahan serta mengusir syetan.
•  Terhindar dari penyesalan pada hari Kiamat.
•  Allah subhanahu wata’ala akan mengingat (menyebut) orang yang berdzikir kepada-Nya.
•  Dapat menghidupkan hati.
•  Menumbuhkan kecintaan seorang hamba kepada Allah ta'ala, merasa diawasi, dan menumbuhkan keinginan untuk selalu kembali kepada Allah subhanahu wata’ala.
•  Mendapatkan ketenangan, rahmat dan datangnya para malaikat.
•  Mendatangkan keberkahan, keamanan dan rizqi.
•  Gunung dan tanah yang tandus bangga dengan orang yang berdzikir di atasnya.
•  Menjauhkan pelakunya dari perbuatan ghibah (menceritakan aib orang lain) dan namimah (mengadu domba).

Islam Mengajarkan Hidup Kaya

Tidak ada komentar:
 


"       Silakan kamu masuk agama apa saja, asalkan bukan Islam.” Pernyataan ini cukup banyak terjadi melingkupi umat Islam. Kenapa? "Karena Islam mengajarkan umatnya hidup dalam kemiskinan, semakin miskin dan sederhana, maka (katanya) semakin taqwa. Islam hanya mementingkan akhirat dengan dzikir dan shalat mereka, tetapi mereka tertinggal dalam ilmu pengetahuan. Masa depan agama seperti ini adalah suram."
Benarkah ?????

               Ajaran Islam adalah ajaran mulia dan sempurna. Tidak pernah memberatkan umatnya. Namun terkadang umatnyalah yang mempermalukan Islam. Islam adalah agama yang mengajarkan 'tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Di dalam surat Al Baqarah,  272 dijelaskan:

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siap yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya.
Lalu

QS.Mujaadillah: 11

" Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

          Sehingga dari dua ayat Al-Qur'an saja, kita sudah mengetahui bahwa umat Islam harus cerdas dan kaya.

Mengapa harus kaya? Ini sangat mudah dijelaskan. Hakikat sebagai manusia adalah senang mendapat kemudahan dalam hidupnya, terutama materi. Sehingga rasul pun bersabda, "Sesungguhnya kefakiran (kemiskinan) itu bisa menjerumuskan kejurang kekafiran." Kenapa? Silakan kita semua lihat dan merefleksikan berbagai fenomena pemurtadan, hanya karena ingin mendapat sebuah mie instan! Ya, sehingga dengan kaya, kita bisa terus menjaga akidah dan menjadi muslim dermawan.

          Kedua, bayangkanlah ketika kita sebagai muslim hidup dalam kemiskinan. Ketika istri kita tak dapat membeli makan malam, anak menangis minta dibelikan susu, atau tagihan SPP sekolah yang nunggak, dan Anda sendiri kelaparan. Khusyukkah shalat Anda? Saya yakin, justru Anda pusing dan bisa jadi Anda tidak melaksanakan shalat dengan tenang.

       Ketiga, masalah puasa. Ketika hidup dalam keadaan yang susah, maka puasa Anda seolah-olah hanyalah sebagai rutinitas hidup dan bukan diniatkan untuk ibadah. Sehingga ditakutkan umat Islam yang miskin hanya akan menjalankan ibadah puasa sebagai ritual sehari-hari untuk menahan lapar dan dahaga karena tidak memiliki uang.

         Keempat, masalah zakat. Bisakah Anda berzakat kalau Anda bukan muslim yang kaya? Padahal keutamaan berzakat termasuk keutamaan yang besar. Zakat dijanjikan Allah mampu menghapuskan dosa dan menyucikan diri kita,

QS. Attaubah: 103:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS. Al Baqarah: 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah 166 adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Jelas semakin kaya diri kita, semakin banyak pahalanya.

       Kelima, naik haji. Bagaimana mungkin naik haji kalau untuk hidup sehari-hari sulit? Untuk kita jama'ah Indonesia, saat ini biaya ongkos naik haji perlu diperhitungkan, karena cukup memakan biaya.

Padahal haji itu wajib bagi muslim yang mampu,

QS. Ali Imron : 97

       " Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

     Itu hanya sekedar refleksi dan alasan mengapa sebagai umat kita harus kaya. Rasulullah sudah mencontohkan hal ini, dan kalau kita lihat sirah beliau, beliau adalah seorang pedagang jujur yang sukses. Maka dari itu, sebenarnya dalam Islam, yang dijunjung tinggi adalah nilai kebenaran, dan kekayaan itu akan datang secara otomatis seiring dengan ikhtiar benar secara syari'at dan do'a. Karena Allah sering mendatangkan rezeki dari arah tanpa diduga-duga,

QS. Muhammad : 7

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

      Namun yang patut dicatat di sini, bahwa yang terpenting adalah jangan sampai harta kekayaan menelan prioritas cinta kita kepada Allah dan RasulNya,

QS.At Taubah : 55

" Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

 Ini sebenarnya yang ditakutkan ketika umat Islam menjadi kaya, maka dia akan dimabuk harta. Namun bukan berarti bahwa umat Islam harus hidup dalam kemiskinan. Karena dengan kayanya kita sebagai muslim, kita bisa meningkatkan amal-amal kita, membuat hidup menjadi lebih tenang, dan dapat mengharumkan agama Islam.

Doa agar diberi kekayaan

Allahumma inni as aluka ‘alal huda wattaqa walaffafa wal giina .

Ya Allah…limpahkanlah kepada kami petunjuk, ketaqwaan, kemuliaan, dan kekayaan 

Semoga bermanfaat .

 
back to top